KALBAR, Sumutpos.jawapos.com-Duka menyelimuti insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX di Kalimantan Barat. Setelah lokasi kecelakaan ditemukan, tim SAR memastikan seluruh korban yang berjumlah delapan orang berada dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa dalam penerbangan tersebut terdapat dua kru dan enam penumpang.
“Total delapan orang di dalam pesawat, terdiri dari dua kru dan enam penumpang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan data Tim SAR Gabungan, dua kru tersebut adalah Kapten Marindra sebagai pilot dan Harun Arasyd selaku kopilot. Sementara enam penumpang masing-masing bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzi O, dan Sugito.
Seluruh korban telah ditemukan di lokasi kejadian, meski dalam kondisi tidak bernyawa. Proses evakuasi jenazah kini tengah diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca yang cukup menantang.
Baca Juga: Detik-Detik Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Kalbar, Hilang Kontak Lima Menit Usai Lepas Landas
Upaya pencarian dan evakuasi melibatkan lintas instansi. Dari unsur TNI, dukungan besar datang dari Kodam XII/Tanjungpura. Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan ratusan personel untuk mempercepat proses evakuasi.
“Atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura dan hasil koordinasi dengan Tim SAR Gabungan, kami mengerahkan kekuatan maksimal untuk membantu misi kemanusiaan ini,” jelasnya.
Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 121/Alambhana Wanawai, Brigjen TNI Purnomosidi, dengan melibatkan personel dari berbagai satuan, termasuk Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, dan Yonif 642/Kapuas.
Medan berat berupa hutan lebat dan perbukitan terjal menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan waktu dan strategi evakuasi.
Baca Juga: APVI Sumbagut Minta Kebijakan Pelarangan Vape Tak Diskriminatif dan Berbasis Kajian Ilmiah
Seperti diketahui, helikopter PK-CFX sebelumnya lepas landas pada pukul 08.34 WIB dengan tujuan Kabupaten Kubu Raya. Namun, hanya lima menit setelah mengudara, kontak dengan AirNav Indonesia terputus, menandai awal dari tragedi ini.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan