Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang dan 29 Dilarikan ke Rumah Sakit

Johan Panjaitan • Selasa, 28 April 2026 | 09:47 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)
Tim Basarnas melakukan evakuasi para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)

 

BEKASI, Sumutpos.jawapos.com-Malam di Stasiun Bekasi Timur berubah menjadi kepanikan ketika dua rangkaian kereta bertabrakan. Dentuman keras disusul jeritan dan kepulan logam yang terlipat menjadi saksi awal tragedi yang hingga kini masih menyisakan duka.

Hingga Senin tengah malam (27/4/2026), jumlah korban terus bertambah. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut sedikitnya 29 orang telah dievakuasi ke rumah sakit, dengan tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

“Untuk sementara, 29 korban sudah dievakuasi ke rumah sakit, dan tiga meninggal dunia,” ujarnya usai meninjau langsung lokasi kejadian.

Baca Juga: Lawan Nyeri Asam Urat dengan Air Rebusan Ini, Tak Perlu Obat Kimia

Namun angka itu belum final. Proses evakuasi masih berlangsung, dan petugas menghadapi situasi sulit—sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong yang ringsek. Upaya penyelamatan pun harus dilakukan dengan memotong bagian rangkaian kereta, sebuah pekerjaan yang menuntut ketelitian sekaligus kecepatan.

Tragedi ini terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di kilometer 28+920, sekitar pukul 20.52 WIB. Rangkaian KRL yang tengah melintas bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada beberapa gerbong.

Para korban segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya. Hingga kini, data korban masih terus diperbarui seiring berjalannya proses evakuasi.

Baca Juga: Lawan Nyeri Asam Urat dengan Air Rebusan Ini, Tak Perlu Obat Kimia

Dari pihak operator, PT KAI memastikan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta pemulihan kondisi di lokasi. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut seluruh unsur—mulai dari kepolisian hingga instansi terkait—bekerja bersama untuk mempercepat evakuasi.

“Penanganan dilakukan bersama-sama, baik untuk korban maupun rangkaian kereta. Kami berupaya agar operasional dapat segera kembali normal,” jelasnya.

Sementara itu, penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi. Belum ada kesimpulan resmi terkait faktor pemicu insiden, termasuk kemungkinan kesalahan teknis atau human error.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#KA agro bromo #KRL #Bekasi Timur