Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

10 Jamaah Haji Indonesia Jadi Korban Kecelakaan Bus

Juli Rambe • Kamis, 30 April 2026 | 01:00 WIB
TIMBANG: Jamaah haji saat meninbanv barang bawaannya. Pemerintah akan membebaskan biaya impor dan masuk oleh- oleh jamaah haji. (Dok: istimewa)
TIMBANG: Jamaah haji saat meninbanv barang bawaannya. Pemerintah akan membebaskan biaya impor dan masuk oleh- oleh jamaah haji. (Dok: istimewa)

 

SUMUT POS- Sepuluh jamaah haji mengalami luka- luka akibat kecelakaan di Madinah.

 Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan penanganan kecelakaan lalu lintas yang dialami rombongan jamaah haji Indonesia di Jabal Magnet, Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (28/4), mendapatkan pelayanan terbaik.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Dua Nelayan asal Aceh Divonis 16 Tahun Penjara karena Jadi Perantara Jual Beli 1 Kg Kokain

Kecelakaan melibatkan bus jamaah haji Indonesia dari Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1 saat dalam perjalanan kembali dari kegiatan ziarah dan city tour di kawasan Jabal Magnet.

“Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok jamaah haji Indonesia pada 28 April 2026 di Arab Saudi,” kata Heni dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).

Heni menjelaskan, terdapat 10 jamaah yang mengalami luka-luka. Tujuh orang di antaranya berasal dari Kloter JKS-1 asal Jawa Barat. Mereka mengalami luka ringan, telah mendapat penanganan medis, dan kini sudah kembali ke Hotel Andalus Golden.

Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari Kloter SUB-2 asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dua jamaah telah diperbolehkan kembali ke hotel setelah menjalani perawatan, sedangkan satu jamaah berusia 60 tahun masih dalam observasi di RS Al-Hayyat Quba.

Heni memastikan, seluruh korban mendapatkan penanganan optimal serta pendampingan berkelanjutan.

“Saat ini KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait guna memastikan seluruh jamaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” ujar Heni.

Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya, Asadul Anam, mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah sopir bus yang tidak dapat mengendalikan kendaraan saat berpapasan dengan kendaraan lain yang muncul tiba-tiba dari arah berlawanan. 

"Akibatnya, bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah," pungkasnya.

Jabal Magnet sendiri merupakan kawasan dengan kontur jalan menanjak yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Madinah. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi yang kerap dikunjungi jamaah haji. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#operasional haji 2026 #Haji 2026 #jamaah haji indonesia