JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Gangguan pasokan listrik yang sempat melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa memicu kekhawatiran kalangan industri. Bukan sekadar menghambat aktivitas produksi, pemadaman listrik juga dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok, menekan kinerja ekspor, hingga mengurangi kepercayaan investor terhadap iklim usaha nasional.
Merespons kondisi tersebut, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mendesak pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk mempercepat langkah evaluasi serta memperkuat sistem mitigasi guna mencegah terulangnya gangguan serupa. HKI juga meminta kawasan industri ditempatkan sebagai prioritas utama dalam proses pemulihan apabila terjadi gangguan kelistrikan.
Ketua Umum HKI Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan pihaknya menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa. Meski memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan berskala besar, ia menegaskan bahwa langkah korektif harus dilakukan secara menyeluruh dan cepat.
Baca Juga: Sosialisasi Perda Kesehatan Medan, Rizki Lubis Sesalkan Ketidakhadiran Dinkes
“Kami memahami bahwa dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis bisa saja terjadi. Namun yang paling penting adalah memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh, perbaikan berjalan cepat, dan sistem mitigasi ke depan semakin kuat agar kejadian serupa tidak berulang,” ujar Ma’ruf, Minggu (14/6).
Menurutnya, keandalan pasokan listrik kini menjadi faktor yang semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan energi sektor industri. Pemerintah saat ini tengah mendorong program hilirisasi sumber daya alam, penguatan industri manufaktur berorientasi ekspor, pembangunan pusat data (data center), hingga menarik investasi baru yang seluruhnya membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang stabil.
Ma’ruf menegaskan, kepastian pasokan listrik menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan investor sebelum menanamkan modal. Infrastruktur energi yang andal tidak hanya menentukan kelancaran operasional, tetapi juga memengaruhi keputusan ekspansi bisnis dan keberlanjutan investasi dalam jangka panjang.
“Keandalan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi memberikan rasa aman bagi dunia usaha untuk merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan, HKI telah menyampaikan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tembusan kepada Direktur Utama PLN serta para gubernur di seluruh Indonesia. Dalam surat tersebut, HKI meminta dilakukan evaluasi komprehensif terhadap penyebab gangguan, mulai dari aspek pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga kesiapan cadangan daya nasional.
Baca Juga: Maniamolo Fest 2026 Resmi Dibuka, Nias Selatan Tampilkan Warisan Budaya untuk Dunia
Selain itu, HKI juga mendorong percepatan penguatan infrastruktur kelistrikan di kawasan industri strategis agar memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi dibanding wilayah lainnya. Menurut Ma’ruf, kawasan industri merupakan pusat produksi, ekspor, investasi, sekaligus penyerap tenaga kerja yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, ketika gangguan terjadi, kawasan industri perlu menjadi prioritas dalam proses pemulihan pasokan listrik. Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga merembet ke rantai pasok, tenaga kerja, hingga persepsi investor terhadap stabilitas iklim usaha Indonesia.
“Gangguan listrik di kawasan industri bukan sekadar persoalan teknis. Dampaknya dapat meluas terhadap aktivitas ekonomi nasional dan kepercayaan investor. Karena itu, penguatan keandalan sistem kelistrikan harus menjadi agenda prioritas,” tegasnya.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan