BANDA ACEH, SUMUT POS- Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) melalui unsur Satuan Patroli (Satrol), KRI Tuna-876, berhasil menuntaskan misi dukungan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia Tahun 2026 di wilayah Provinsi Aceh.
Keberhasilan misi tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar bagi masyarakat yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I, Kolonel Wahyu Kurniawan, mengatakan bahwa pelaksanaan ERB merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memastikan masyarakat di daerah kepulauan tetap mendapatkan akses terhadap layanan perbankan dan uang Rupiah yang layak edar.
Baca Juga: Bunuh Ibu Kandung, Bocah SD di Medan Divonis Pendampingan Kemensos 5 Bulan
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan wujud sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah 3T. Melalui dukungan KRI Tuna-876, kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan aman dan lancar sehingga masyarakat di pulau-pulau terluar tetap memperoleh layanan penukaran uang yang memadai,” ujar Kolonel Wahyu Kurniawan, Kamis (25/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bank Indonesia Hertha Bastiawan dan Ben Okta Tutuarima, serta Komandan KRI Tuna-876, Letkol Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo.
Dalam pelaksanaannya, KRI Tuna-876 menempuh pelayaran dengan rute Sabang – Simeulue – Pulau Banyak – Pulau Nasi – Pulau Breueh – Sabang. Kapal perang TNI AL tersebut mengarungi jarak sekitar 695 nautical mile (Nm) sambil mengawal modal kerja penukaran uang sebesar Rp5 miliar yang digunakan untuk mendukung layanan kas keliling Bank Indonesia.
Selama ekspedisi berlangsung, petugas Bank Indonesia memberikan layanan penukaran uang kepada masyarakat setempat guna memastikan tersedianya uang Rupiah yang layak edar di daerah kepulauan.
Tidak hanya melaksanakan pengamanan distribusi uang, KRI Tuna-876 bersama tim ERB juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan edukatif di setiap pulau yang disinggahi. Kegiatan tersebut meliputi olahraga bersama masyarakat, bakti sosial, jamuan kelembagaan, hingga sosialisasi program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, mengenali ciri-ciri keaslian uang, serta memperlakukan uang dengan baik agar tetap layak digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kolonel Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan ERB BI Tahun 2026 tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara TNI Angkatan Laut, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendukung lainnya.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara TNI AL, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan,” katanya.
Dengan berakhirnya pelayaran KRI Tuna-876, misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di wilayah Aceh resmi dituntaskan. (san/ram)
Editor : Juli Rambe