Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sokong Swasembada Pangan RI Peringkat Dua Dunia, Mentan Amran Gandeng Mahasiswa USU

Redaksi • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:10 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Rektor USU Muryanto Amin, Wagubsu Surya dan Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H memberi keterangan kepada wartawan usai memberikan kuliah umum di Auditorium USU, Rabu (15/7/2026). Foto: Ade Zulfi AS/Sumut Pos.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Rektor USU Muryanto Amin, Wagubsu Surya dan Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H memberi keterangan kepada wartawan usai memberikan kuliah umum di Auditorium USU, Rabu (15/7/2026). Foto: Ade Zulfi AS/Sumut Pos.

 

MEDAN, SUMUTPOS— Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengambil peran strategis lewat inovasi dan kolaborasi teknologi guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Seruan tersebut disampaikan Amran dalam Kuliah Umum bertajuk “Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan” di Auditorium USU, Jalan Dr. Mansur, Medan, pada Rabu (15/7/2026).

Dalam paparannya, Mentan mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencetak rekor pencapaian swasembada pangan tercepat dan tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan pada akhir tahun 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat lompatan sektor agraris ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua terbaik dunia, tepat di bawah Brasil.

Amran menegaskan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memegang peranan vital sebagai salah satu motor utama penggerak keberhasilan tersebut. "Salah satu penyumbang terbaik untuk swasembada ini adalah Sumatera Utara. Produksinya naik signifikan. Bahkan saat ini, kapasitas gudang Bulog kita penuh total hingga harus menyewa gudang tambahan demi menampung stok yang mencapai 5 juta ton nasional," ujar Amran di hadapan ribuan mahasiswa.

Baca Juga: Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha,  Kadin Sumut: UMKM Paling Terdampak

Pernyataan tersebut dikonfirmasi oleh perwakilan Bulog yang hadir. Gudang Bulog di wilayah Sumut yang berkapasitas 73.000 ton kini telah terisi penuh. Sebagai langkah antisipasi lonjakan stok, Bulog telah menyewa gudang tambahan berkapasitas 21.000 ton.

Selain memaparkan strategi akselerasi produksi lewat program pompanisasi dan modernisasi teknologi seperti penggunaan wahana tanpa awak (drone) untuk penanaman, Mentan juga menyoroti aspek penegakan hukum di sektor agraris.

Ia membeberkan bahwa sejauh ini terdapat 77 tersangka mafia sektor pertanian dan pupuk yang telah diproses hukum. Langkah pembersihan internal juga dilakukan secara tegas dengan mencopot belasan pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat pelanggaran.

Lebih lanjut, Amran menaruh perhatian khusus pada ketimpangan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani akibat praktik under invoicing atau manipulasi nilai transaksi oleh oknum perusahaan yang dinilai merugikan devisa negara.

Baca Juga: Fraksi Gerindra DPRD Binjai Dukung Langkah BNNK Tekan Angka Pengguna Narkoba

"Kami di Kementerian Pertanian tidak akan mundur setapak pun demi melindungi petani dan generasi masa depan. Kita bersihkan mafia-mafia ini agar sektor pertanian kita tetap sehat dan berkelanjutan," tegasnya.

Hilirisasi Riset Kedelai Unggul USU

Sebagai langkah konkret berbasis sains, kolaborasi Kementan dan USU langsung difokuskan pada pengembangan benih kedelai unggul hasil riset dosen USU selama tiga tahun terakhir. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Rektor USU Prof Muryanto Amin dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di penghujung kuliah umum.

Saat ini, benih tersebut tengah diuji coba di empat lokasi berbeda dengan target produktivitas mencapai 2,5 hingga 3 ton per hektare pada lahan seluas 500 hingga 1.000 hektare. Jika uji coba ini berhasil memenuhi target, Kementan berkomitmen penuh untuk membeli seluruh benih hasil riset tersebut untuk didistribusikan dan dikembangkan dalam skala nasional. "Pak Menteri meminta benih yang mampu menghasilkan hingga tiga ton per hektare. Jika sesuai, hasil riset dosen akan dibeli untuk dikembangkan," ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Budaya Integritas, Seluruh Pegawai BPN Batu Bara Teken Pakta Integritas

Selanjutnya, kata dia, program tersebut juga akan melibatkan petani dan mahasiswa dalam proses penyemaian benih sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sementara hasil panennya akan diserap langsung oleh pihak penjamin pasar (off taker), termasuk opsi melalui Perum Bulog.

"Yang paling penting adalah bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dapat berjalan cepat. Jangan sampai birokrasi menjadi panjang sehingga hasil riset tidak segera dimanfaatkan," pungkasnya. (adz)

Editor : Redaksi
Mentan Amran swasembada pangan usu