SINGAPURA, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Singapura meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap lintas batas yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Langkah antisipasi dilakukan menyusul prakiraan cuaca yang semakin kering serta meningkatnya risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera bagian selatan.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan pergerakan asap secara intensif.
Menurutnya, asap dari wilayah Kalimantan dalam beberapa hari terakhir telah bergerak menuju Sarawak, Malaysia. Namun, hingga kini arah angin yang bertiup belum membawa polutan tersebut ke wilayah Singapura.
Baca Juga: Terungkap! Ini 12 Zodiak Paling Cerdas, Nomor 1 Bikin Banyak Orang Terkejut
"Pemerintah terus memantau situasi secara ketat. Satuan tugas kabut asap siap mengaktifkan rencana penanganan apabila kualitas udara mulai terdampak kabut asap lintas batas," ujar Grace Fu, Rabu (5/8), seperti dikutip dari The Straits Times.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah memastikan berbagai kebutuhan penanganan telah dipersiapkan.
Stok masker nasional disebut dalam kondisi mencukupi, sementara sekolah, lembaga pendidikan anak usia dini, fasilitas kesehatan, hingga panti jompo telah dilengkapi alat pemurni udara untuk mengurangi dampak apabila kualitas udara memburuk.
Peringatan tersebut muncul setelah ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) pada 3 Agustus meningkatkan status kewaspadaan terhadap potensi kabut asap di kawasan Asia Tenggara.
Lembaga pemantau cuaca regional itu menilai risiko kabut asap lintas batas meningkat seiring memasuki periode musim kering.
Grace Fu menjelaskan, kawasan Asia Tenggara saat ini sedang memasuki musim monsun barat daya yang identik dengan curah hujan lebih rendah.
Baca Juga: Investasi Tekstil Menggeliat, Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Kondisi tersebut diperkirakan semakin ekstrem akibat berkembangnya fenomena El Nino, yang berpotensi memicu suhu lebih panas dan memperpanjang periode kekeringan.
Bahkan, sejumlah ilmuwan memperkirakan fenomena El Nino tahun ini berpeluang berkembang menjadi kategori sangat kuat, atau yang kerap dijuluki "Godzilla El Nino".
Apabila kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas pembukaan lahan melalui pembakaran, risiko kabut asap lintas batas diperkirakan akan semakin besar dan berpotensi memengaruhi kualitas udara di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Singapura.
Pemerintah Singapura menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengaktifkan langkah-langkah mitigasi apabila kualitas udara mulai menunjukkan penurunan akibat kiriman asap dari luar negeri. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan