Ketua Panitia Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES), K.H. Anang Rikza, M.A., Ph.D., mengumumkan bahwa ratusan Kiai pimpinan pondok pesantren, ketua lembaga pendidikan, hingga pemangku kebijakan se-Asia akan berkumpul dalam forum internasional GIHES 2026. Forum tingkat tinggi yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini digelar secara eksklusif untuk membedah masa depan pendidikan holistik di tengah tantangan zaman modern.
"Sangat disayangkan jika momentum ini tidak diikuti oleh para tokoh pendidikan dan pimpinan pesantren. Namun, karena ini adalah forum tingkat tinggi yang sangat berkualitas, kami membatasi kepesertaan secara ketat hanya untuk 300 peserta dari berbagai negara," ujar K.H. Anang Rikza dalam keterangan persnya, Jumat (14/8/2026).
Perhelatan akbar hasil kolaborasi Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) ini dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
KH. Adrian Mafatihullah selaku Ketua Panitia GIHES juga menjelaskan bahwa salah satu fokus utama bahasan GIHES 2026 adalah menjawab fenomena kerapuhan mental yang kian melanda generasi muda dunia. Menurutnya, pesatnya kemajuan teknologi informasi belum diimbangi dengan kesiapan karakter dan kepemimpinan.
Baca Juga: Lansia Tetap Bugar, Gerakan Olahraga Usai Subuh di Subang Viral
"Banyak generasi muda saat ini yang sulit berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja kuat, dan lemah dalam aspek leadership. Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, di mana selama 24 jam penuh santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya," jelas Kyai Adrian.
Melalui forum ini, Gontor berupaya memperkenalkan model pendidikan pesantren yang teruji sebagai solusi global. Guna memberikan wawasan global yang komprehensif, GIHES 2026 tidak hanya dihimpun oleh para pemimpin pendidikan se-Asia, tetapi juga menghadirkan pakar dan pembicara kunci yang merepresentasikan lima benua.
Kehadiran narasumber lintas benua ini diharapkan mampu membantu peserta membedah sistem pendidikan masa depan yang relevan tanpa mengabaikan nilai-nilai moral. Pertemuan strategis di Hotel Borobudur ini ditargetkan melahirkan kolaborasi internasional untuk memperkuat posisi pesantren dalam kancah peradaban global menuju abad kedua Gontor. (rel/sih)
Editor : Redaksi