sumutpos.jawapos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan peringatan terkait sejumlah aksi yang dinilai melampaui batas etika dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melansir Instagram @pandemictalks, Minggu (16/8/2026), Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali, menyoroti fenomena sebagian masyarakat yang melakukan aksi dengan mengenakan pakaian menyerupai lawan jenis dalam berbagai kegiatan kemerdekaan. Menurutnya, tindakan tersebut termasuk dalam kategori tasyabbuh yang dilarang dalam ajaran Islam.
Abdul Muiz Ali menjelaskan, perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur dan memperkuat nilai-nilai positif, bukan menjadi ajang yang bertentangan dengan norma agama.
“Larangan ini berlaku tegas tanpa pengecualian, baik dilakukan di ruang privat maupun ruang publik,” ujar KH Abdul Muiz Ali.
Baca Juga: Jalan Alpukat Raya Dikeluhkan Warga, Dinas PUTR Binjai Pastikan Pengaspalan Dilakukan Tahun Ini
Ia menegaskan, laki-laki tidak diperbolehkan mengenakan pakaian atau berpenampilan seperti perempuan, begitu pula perempuan yang menyerupai laki-laki dalam hal busana dan penampilan yang menjadi ciri khas lawan jenis.
Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang lebih bermakna, seperti mempererat silaturahmi antarwarga, menggelar perlombaan kreatif dan edukatif, serta mendoakan para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.
MUI juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga keseimbangan antara hiburan dan nilai-nilai moral dalam setiap kegiatan perayaan kemerdekaan. Kreativitas dalam memeriahkan HUT RI, kata Abdul Muiz Ali, tetap harus memperhatikan batasan agama, budaya, dan kepatutan sosial.
Baca Juga: HUT RI ke-81, 277 WBP Rutan Sidikalang Terima Remisi, 14 Langsung Bebas
Peringatan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah kegiatan pawai dan hiburan kemerdekaan yang menampilkan aksi-aksi unik hingga menuai perhatian publik. MUI berharap masyarakat dapat menjadikan momentum 17 Agustus sebagai sarana memperkuat persatuan dan rasa cinta terhadap bangsa dengan cara yang positif.(lin)
Editor : Redaksi