Gempa Bumi Tektonik M6.1 Guncang Nisel dan Dirasakan Hingga Sumbar

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:58 WIB
Peta terjadinya gempa bumi tektonik di Sumut. (Dok: BMKG)
Peta terjadinya gempa bumi tektonik di Sumut. (Dok: BMKG)

 

MEDAN, SUMUT POS- Wilayah Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut) diguncang gempa bumi tektonik M6.1, Selasa (18/8). Gempa ini dirasakan hingga Sumatera Barat (Sumbar).

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 35Km," katanya, melalui siaran persnya yang diterima Sumut Pos di Medan.

Baca Juga: Victor Silaen: Pembangunan Sumut Harus Fokus Perkuat Sektor Pertanian

Ia menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,67° LS; 98,29° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 157Km arah Tenggara, Nisel. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," jelasnya.

Berdasarkan laporan masyarakat yang merasakan dampaknya di Tapanuliutara (Taput)-Sumut, lanjut Wijayanto, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI, yakni pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam dan di luar rumah, seperti gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Kemudian, di wilayah lainnya di Sumut, yakni Padangsidempuan, Nisel, Padangpanjang-Sumbar, Pesisir Selatan dan Bukit Tinggi, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, serta Kabupaten Agam-Sumbar, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI, yakni dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seolah olah ada truk berlalu.

Sedangkan, di wilayah TapanuliTengah (Tapteng) dan Gunung Sitoli-Sumut, gempa bumi dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, seperti benda benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga pukul 13:30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," imbuhnya.

Wijayanto menegaskan, pihaknya akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Dalam hal ini, tambahnya, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id," tandasnya. (dwi/ram)

 

Editor : Juli Rambe
gempa bumi gempa bumi di nias selatan Nisel nias selatan