Warek Unsoed Peras Orang Tua Maba Kedoteran Sebesar Rp650 Juta

Juli Rambe • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. (Foto: Dok Unsoed)
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. (Foto: Dok Unsoed)

 

SUMUT POS- Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membeberkan bahwa pemerasan terhadap calon mahasiswa baru fakultas kedokteran di Universitas Soedirman terjadi pada Agustus 2026. 

Saat itu, Norman Arie Prayogo, atas sepengetahuan Akhmad Sodiq, dan melalui dua perantara, diduga meminta uang Rp 650 juta kepada orang tua calon mahasiswa baru tersebut.

"Norman Arie Prayoga selaku Wakil Rektor III Unsoed atas sepengetahuan Ahmad Sodiq selaku Rektor Unsoed melalui dua perantara, yaitu Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp 650 juta," kata Achmad Taufik saat konferensi pers Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Lisa Mariana Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan

Taufik mengatakan permintaan uang tersebut diamini orang tua calon mahasiswa baru. Namun, kata dia, pada akhirnya calon mahasiswa baru tersebut tetap tidak lulus seleksi.

"Bahwa kemudian, permintaan tersebut dipenuhi oleh orang tua calon mahasiswa baru. Namun demikian, setelah uang tersebut diberikan kepada Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, anaknya justru dinyatakan tidak lulus seleksi mahasiswa baru," ucap dia.

Mengetahui hal itu orang tua calon mahasiswa baru tersebut pun meminta pengembalian dana. Namun, Dian dan Adhi tak dapat mengembalikan Rp 650 juta tersebut karena sudah digunakan.

"Jadi artinya uang yang tadi sudah diberikan oleh orang tua ini sudah dipakai oleh saudara DMW dan AW sendiri," imbuh Taufik.

Keduanya lantas memberitahukan hal tersebut kepada Warek Norman Arie Prayogo. Kemudian, Norman atas izin Rektor Akhmad Sodiq meminjam uang ke salah satu pihak swasta untuk mengembalikan uang tersebut.

"Untuk mengembalikan uang atas peminjaman kepada pihak swasta itu, NAP melalui DMW, AW, dan MYN selaku pihak swasta sekaligus keponakan ASO, menjanjikannya dengan membayar melalui pencairan 3 paket proyek di lingkungan Unsoed, yaitu pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung," tutur Taufik. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe
universitas soedirman dugaan pemerasan pada maba unsoed Akhmad Sodiq