Waspada! Gunung Anak Krakatau Siaga III, Kapal Diminta Menjauh dari Kawah Aktif

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:15 WIB
Ilustrasi kapal feri yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Ilustrasi kapal feri yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

BANTEN, Sumutpos.JawaPos.com – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian. Seiring peningkatan status menjadi Level III (Siaga), seluruh kapal dilarang mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Larangan itu dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melalui Pengumuman Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi erupsi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran di perairan Selat Sunda.

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha meminta seluruh pihak yang beraktivitas di perairan Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Arsenal vs Chelsea: Benteng Raya Diuji, Palmer dan Joao Pedro Siap Menggila

Menurutnya, potensi bahaya yang harus diantisipasi tidak hanya berasal dari letusan, tetapi juga lontaran material vulkanik dan abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan navigasi.

“Nakhoda agar aktif memantau pembaruan informasi resmi yang dirilis PVMBG, BMKG, BPBD setempat, serta instansi terkait lainnya,” ujar Raden Yogie Nugraha, Minggu (6/9).

Nakhoda Diminta Siapkan Rute Alternatif

Selain mematuhi larangan memasuki radius 3 kilometer dari kawah aktif, setiap nakhoda diminta merencanakan rute pelayaran secara matang sebelum bertolak.

Arah sebaran abu vulkanik dan perkembangan kondisi cuaca menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan untuk memastikan keselamatan perjalanan.

Jika ditemukan indikasi bahaya yang berpotensi mengganggu pelayaran, nakhoda diminta segera mengambil langkah penghindaran.

“Apabila ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, Nakhoda agar segera mengambil tindakan penghindaran yang diperlukan serta melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, atau instansi terkait,” tegasnya.

Penyeberangan Merak-Bakauheni Masih Normal

Meski status Gunung Anak Krakatau meningkat menjadi Siaga III, aktivitas penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya hingga kini masih berjalan normal.

Layanan kapal yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra tetap beroperasi dengan mengutamakan aspek keselamatan dan pemantauan kondisi perairan.

Baca Juga: Arkhan Fikri Jadi Bukti, Darma Wijaya Yakin Sergai Kembali Lahirkan Bintang Nasional

Untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan logistik, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Kelas I Banten bersama KSOP Kelas IV Bakauheni terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pergerakan kapal di perairan Selat Sunda.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, kewaspadaan menjadi kunci. Kapal tetap dapat beroperasi di jalur pelayaran yang aman, namun seluruh awak kapal diminta tidak mengabaikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik. (jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
vulkanik siaga III radius gunung anak krakatau