Raker I PWGSU: Pererat Persaudaraan Lintas Gereja dan Siapkan Langkah Nyata bagi Sumut

Ade Zulfi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:27 WIB
Suasana Rapat Kerja (Raker) I Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) yang digelar di Villa Macarena, Puncak, Bogor, Minggu (4/10) hingga Selasa (6/10). (Foto: Dokumentasi PWGSU)
Suasana Rapat Kerja (Raker) I Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) yang digelar di Villa Macarena, Puncak, Bogor, 4-6 September. (Foto: Dokumentasi PWGSU)

 

BOGOR, SumutPos.JawaPos.com— Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) I pada 4–6 September 2026 di Villa Macarena, Puncak, Bogor. Mengusung tema “Bersatu dalam Kasih, Berkarya bagi Sumatera Utara dan Diasporanya di Mana Pun Berada”, perhelatan selama tiga hari ini menjadi momentum bersejarah bagi warga gereja lintas denominasi asal Sumatera Utara di perantauan untuk menyatukan visi, meletakkan fondasi organisasi, dan merancang kontribusi nyata bagi masyarakat.

Raker I dipimpin Majelis Pimpinan Sidang yang terdiri dari St. Kapler Marpaung, St. Darwin Simorangkir, Beesokhi Ndruru, Pendeta Jan Kris Sinaga dari GKPS dan Pitua Simanjuntak. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan gereja, tokoh masyarakat, tim pra-formatur, serta panitia pelaksana dari berbagai elemen gereja.

Sebagai langkah awal penguatan kelembagaan, Raker I berhasil merumuskan dan menyetujui sejumlah poin krusial yang dipersiapkan untuk disahkan secara resmi pada Raker II mendatang. Para peserta musyawarah menyepakati usulan nama resmi organisasi serta merumuskan rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Selain itu, Raker I menyusun rancangan struktur organisasi, memetakan pembagian wilayah kerja, serta menampung usulan nama calon Ketua Umum dan calon Ketua Dewan Pengawas untuk periode pertama.

Baca Juga: Cara Jitu Menghilangkan Bulu Hewan Peliharaan, Rumah Jadi Sehat dan Nyaman

Pimpinan Sidang, St. Kapler Marpaung menjelaskan, PWGSU berawal dari diskusi nonformal para tokoh sejak awal tahun 2025 yang diprakarsai antara lain Dumoly F. Pardede. Proses panjang tersebut kini telah berkembang menjadi perumusan dasar organisasi yang matang. 

Tokoh warga gereja Nias, Beesokhi Ndruru, serta perwakilan warga gereja Simalungun, Dr. Salomo R. Damanik menegaskan, fondasi ini lahir dari kerinduan bersama untuk menyinergikan potensi umat Kristiani agar dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas. Sementara itu, mewakili unsur warga gereja Pakpak, Junita Sari Ujung, menekankan pentingnya persatuan dalam kasih sebagai landasan utama untuk bergerak dan berkarya.

PWGSU berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan hadir sebagai wadah pelayanan dan aksi sosial. Ketua Pembentukan PWGSU, Dumoly F. Pardede, memaparkan dua program unggulan yang dirancang untuk menjawab persoalan riil masyarakat. 

Baca Juga: Peringatan HUT Ke-81, Brimob Polda Sumut Gelar Turnamen Voli

Program pertama adalah pembentukan Bala Bantuan Sosial, Kemanusiaan, dan Moral, yaitu jaringan relawan yang siap diterjunkan secara cepat untuk mendampingi warga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun bencana. Program unggulan kedua fokus pada penyaluran dan penempatan tenaga kerja profesional luar negeri, yang bertujuan memberikan pembekalan serta peluang karier global bagi generasi muda terampil agar terhindar dari persoalan sosial dan menjadi kebanggaan keluarga.

PWGSU merancang strategi perluasan jangkauan organisasi secara sistematis dan berkelanjutan. Pada fase awal, fokus penguatan basis organisasi dilakukan di wilayah Sumatera Utara, Jabodetabek, dan Jawa Barat. Selanjutnya, ekspansi nasional akan bergerak ke wilayah Sumatera lainnya, mulai dari Riau, Sumatera Selatan, hingga Lampung. Dalam jangka panjang, seiring dengan berjalannya program penempatan tenaga kerja profesional muda di luar negeri, PWGSU menargetkan pembentukan perwakilan di mancanegara seperti Jepang, Australia, dan negara-negara Eropa.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Badikenita Putri Sitepu, yang turut hadir mengingatkan pentingnya peran aktif PWGSU di tengah tantangan zaman. Ia menekankan bahwa PWGSU harus menjadi kekuatan sosial yang tanggap terhadap persoalan bencana alam, maraknya ancaman narkoba, serta kebutuhan menjaga keterikatan generasi muda perantauan dengan kampung halaman (Bonapasogit).

Baca Juga: Gelar Aksi, Buruh KSPSI AGN Desak DPRD Sumut Kawal UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Dukungan spiritual dan apresiasi mengalir dari para pimpinan gereja. Praeses Distrik VII GKPS, Pdt. Jan Kris H. Sinaga, S.Th., menyambut hangat hadirnya wadah ini sebagai wujud kepedulian yang mulia dari warga jemaat di perantauan terhadap kondisi sosial masyarakat di daerah asal. Kehadiran para pimpinan gereja lainnya turut memperkuat legitimasi Raker I, di antaranya Kepala Diakonia HKBP Distrik VIII Pdt. Operancis Simanungkalit, S.Th.; Pdt. Anggiat Hutabarat, S.Th., M.M. dari HKBP; Praeses HKI Daerah VII Jawa–Bali Pdt. Saidon Ambarita, S.Th.; Pendeta Resort GKPPD Jakarta Pdt. Psalmen Padang, M.Th.; serta Praeses GKPA Distrik IV Jawa-Sumbagsel Pdt. Darwin Butarbutar, M.Th.

Keberhasilan perhelatan ini tidak lepas dari kerja keras lintas elemen. Apresiasi disampaikan kepada Tim Pra-Formatur yang merumuskan landasan organisasi dari perwakilan HKBP, GKPA, GKPPD, BNKP, HKI, GKPS, GBKP, GKI, dan Katolik, serta Panitia Pelaksana yang dipimpin oleh Irwan Siregar dari GKPPD selaku Ketua dan Matthew Simorangkir dari HKBP selaku Sekretaris. Menatap langkah ke depan, PWGSU menyatakan kesiapannya untuk membuka diri dan berkolaborasi dengan pimpinan gereja, pemerintah, serta seluruh komponen masyarakat demi memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi Sumatera Utara dan Indonesia. (adz)

Editor : Redaksi
PWGSU Raker I PWGSU Gereja Sumut Tokoh Perantau Sumut Warga Gereja