Pembangunan Huntap Aceh Tamiang Ditargetkan Tuntas Desember 2026

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 12:45 WIB
GROUNDBREAKING: Pemerintah melakukan groundbreaking huntap, relokasi terpusat, dan prasarana-sarana-utilitas (PSU) pendukung di Desa Perkebunan Alur Jambu, Kamis (8/10/2026).(Dok : Kemenko Infra)
GROUNDBREAKING: Pemerintah melakukan groundbreaking huntap, relokasi terpusat, dan prasarana-sarana-utilitas (PSU) pendukung di Desa Perkebunan Alur Jambu, Kamis (8/10/2026).(Dok : Kemenko Infra)

 

ACEH TAMIANG, SUMUT POS- Pemerintah resmi memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang melalui groundbreaking huntap, relokasi terpusat, dan prasarana-sarana-utilitas (PSU) pendukung di Desa Perkebunan Alur Jambu, Kamis (8/10/2026).

Groundbreaking di Aceh Tamiang dilaksanakan serentak dengan sejumlah kabupaten lain. Di Alur Jambu, Kementerian PKP akan membangun 178 unit huntap pada tahap awal ini.

Untuk Aceh Tamiang, pemerintah menargetkan pembangunan 2.399 unit huntap sepanjang 2026.

Baca Juga: 60 Persen PKH Medan Makmur Tahap 1 APBD 2026 Telah Disalurkan

Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera, Safrizal menyampaikan, seluruh persoalan pertanahan yang sebelumnya menjadi perhatian kini telah selesai.

"Alhamdulillah semua persoalan pertanahan yang kemarin kita kejar, kita buru supaya segera bangun, semuanya sudah selesai, bersama Pak Bupati, BPN, dan Satgas," ujarnya.

Selain lahan, proses lelang dan kontrak pekerjaan juga telah rampung. Untuk wilayah Aceh, seluruh paket pekerjaan tahun ini disebutnya sudah berkontrak.

"Berbarengan dengan itu, proses pekerjaan lelang sudah, kontrak sudah,

Semua untuk Aceh ini sudah kontrak semua," jelasnya.

Dia berharap pekerjaan konstruksi selama sekitar 90 hari ke depan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

"Kita berharap pekerjaan yang 90 hari ini bisa dituntaskan pada Desember 2026," ungkapnya.

Ia menyebut penggunaan teknologi konstruksi tahan gempa membuat pengerjaan lebih cepat.

"Teknologinya cepat sekali karena tidak menunggu tiang-tiang cor mengeras, sebab menggunakan sistem tahan gempa," katanya.

"Kita berharap alam ini mendukung. Mudah-mudahan strategi kontraktor dan vendor bisa menyiasati situasi supaya pekerjaan tetap bergerak," ujarnya.

Pembangunan huntap di Aceh dikerjakan secara bertahap oleh sejumlah pihak, termasuk Kementerian PKP, BNPB, dan bantuan dari kementerian/lembaga lain. Di Aceh Tamiang, sekitar 300 unit bantuan Buddha Tzu Chi telah selesai dibangun dan sekitar 200 unit lainnya masih dalam pengerjaan.

Pemerintah berharap dukungan semua pihak agar target 2026 di Aceh Tamiang dapat tercapai tepat waktu.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
baniir sumatera hunian korban banjir sumatera huntap aceh tamiang