BMKG: Sebaran Asap Masih Berlangsung Hingga Tiga Hari Kedepan

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:34 WIB
ASAP: Sebaran asap Karthutla di Indonesia. (Dok: BMKG)
ASAP: Sebaran asap Karthutla di Indonesia. (Dok: BMKG)

 

MEDAN, SUMUT POS- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi adanya sebaran asap di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini berdasarkan pemantauan dari citra satelit dan menganalisis, angin bertiup dari arah timur tenggara menuju barat laut utara, dan kondisi tersebut diprakirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

"Ini mengindikasikan bahwa pola sebaran panas terjadi di Sumut disebabkan kiriman dari Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan angin. Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," kata Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Hendro Nugroho dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos di Medan, Jumat (16/10).

Baca Juga: BPBD Sumut Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Kendalikan Kabut Asap, Hujan Buatan Berlangsung Tiga Hari

Selain itu, lanjutnya, juga terdapat sebaran titik panas (hotspot) sebanyak tiga titik panas dengan kategori sedang yang terjadi di Kabupaten Asahan dan Padanglawas Utara (Paluta).

"Sementara, berdasarkan pemantauan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut, berada dalam kategori sedang. Dan hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit juga menunjukkan penurunan jarak pandang berkisar antara 1-3 Km," imbuhnya.

Hendro mengimbau, agar masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap, untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.

"Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," imbaunya.

Pihaknya juga meminta kepada masing-masing kepala daerah agar dapat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setempat, dalam mengantisipasi dampak sebaran asap serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

"Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Balai Besar MKG Wilayah | Medan melalui media sosial @infobmkgsumut. Layanan informasi juga dapat diakses melalui call center 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id," pungkasnya.

Adapun, sebaran asap ini bukan hanya terjadi di wilayah Sumut semata, tetapi juga hampir seluruh provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Timur (Jatim).

Kemudian, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kalut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultara), Sulawesi Tengah (Sulteng), Gorontalo, Sulawesi Utara (Sulut), Maluku, Maluku Utara (Malut), Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan.

Terdeteksi juga adanya Transboundary Haze dari Sumatera ke Semenanjung Malaysia dan Singapura, Kalimantan ke Semenanjung Malaysia, dan Singapura, serta dari Papua Nugini ke Papua Selatan. (dwi/ram)

Editor : Juli Rambe
bmkg kabut asap di Sumut