Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Medan, Ir Dial Rizal mengatakan, cabang kempo sudah berkembang pesat di Kota Medan. Ini terbukti dengan semakin banyaknya atlet dan jumlah kecamatan yang mengikuti cabang kempo di Porkot Medan 2023 ini.
"Terima kasih kepada KONI Kota Medan yang terus mendukung dan mensuport kempo. Dukungan itu membuat kempo terus berkembang di Kota Medan," ujar Dial Rizal didampingi Sekretaris Jhon Piter Sihombing di Medan, Selasa (8/8).
Perkembangan kempo di Kota Medan juga terlihat di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju PON XXI/2024. Atlet asal Kota Medan mendominasi Pelatda Kampo Sumut.
Dial Rizal berharap agar pertandingan kempo pada Porkot Medan 2023 ini akan melahirkan atlet-atlet potensial. Meraka akan terus dibina untuk membela nama Kota Medan pada event-event lebih tinggi.
"Sesuai dengan arahan Ketua Umum KONI Medan kemarin, bahwa Porkot Medan 2023 ini mengutamakan kualitas. Kita pun berharap agar lahir atlet-atlet berkualitas," harapnya.
Sedangkan Sekretaris Perkemi Kota Medan, Jhon Piter Sihombing menambahkan, kempo pada Porkot Medan 2023 akan mempertandingkan 20 kelas. Kelas yang dipertandingkan terdiri dari 11 kelas randori dan 9 kelas embu.
Randori terdiri dari kelas 40 kg putra, 45 kg putra, 50 kg putra, 55 kg putra, 60 kg putra, 65 kg putra, 40 kg putri, 45 kg putri, 50 kg putri, 55 kg putri, dan 60 kg putri. Embu terdiri dari tandoku solo kyu 7-6 putra dan putri, tandoku solo kyu 5-4 putra dan putri, tandoku solo 3-2 putra dan putri, tandoku solo kyu 1 putra/putri, embu berpasangan campuran, dan embu beregu campuran.
Sedangkan 14 kecamatan yang ambil bagian, terdiri dari Amplas, Area, Baru, Belawan, Denai, Helvetia, Labuhan. Marelan, Perjuangan, Petisah, Selayang, Sunggal, Tembung, dan Tuntungan. "Kita berharap pertandingan kempo pada Porkot Medan 2023 ini berjalan lancar," pungkasnya. (dek) Editor : Redaksi