Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

INORGA Tolak Muskot KORMI Medan Versi Caretaker

Redaksi Sumutpos.co • Rabu, 18 Desember 2024 | 19:15 WIB
MENOLAK: Perwakilan INORGA foto bersama untuk memberikan pernyataan menolak Muskot KORMI Medan versi caretaker di Medan, kemarin. (dok pribadi)
MENOLAK: Perwakilan INORGA foto bersama untuk memberikan pernyataan menolak Muskot KORMI Medan versi caretaker di Medan, kemarin. (dok pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Kisruh di tubuh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Medan dan Sumatera Utara terus memanas. Sejumlah Induk Organisasi Olahraga (INORGA) melayangkan penolakan terhadap pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) KORMI Medan yang dilaksanakan caretaker.

"Kami menolak pelaksanaan Muskot KORMI Medan yang digelar Caretaker pada 15 Desember lalu," ujar Ketua ASKI Kota Medan, Rudi Purnomo didampingi pengurus INORGA lainnya di Medan, Selasa (17/12/2024) malam.

Adapun INORGA yang menolak pelaksanaan Muskot KORMI Medan yang dilaksanakan carateker pada 15 Desember 2024 lalu antara lain, ABU, ASKI, FAI, KIS, IOSKI, PERTONSI, IDSMI, ULD, BKI, ABI, ALTI, IF3, KOSTI, dan PORTINA. Mereka merupakan INORGA yang terverifikasi dengan memenuhi persyaratan sesuai AD/RT selama ini aktif membangun olahraga masyarakat di Kota Medan serta berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan untuk mewujudkan Indonesia Bugar 2045.

Rudi Purnomo menjelaskan, pada 23 Juni 2024 telah dilaksanakan Muskot KORMI Kota Medan di Hotel Grand Inna Medan. Muskot ini dihadiri 17 INORGA yang telah terverifikasi dan sudah bergabung serta aktif mengikuti kegiatan KORMI Kota Medan bersama Pemerintah Kota Medan. Kemudian ada lima INORGA berstatus peninjau.

Muskot itu juga dihadiri oleh Pemerintah Kota Medan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, Damikrot Harahap. Dalam musyawarah tersebut, Hj. Rosdiana, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KORMI Kota Medan untuk periode 2024-2028. Keputusan ini dianggap sah berdasarkan kourum yang terbentuk.

Terpilihnya kembali Hj. Rosdiana ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan atas kinerjanya selama lima tahun terakhir, di mana olahraga masyarakat di Kota Medan menunjukkan perkembangan signifikan. Hasil musyawarah ini dilaporkan, namun diabaikan KORMI Provinsi Sumatera Utara.

Sebaliknya, setelah SK KORMI Kota Medan periode 2019-2024 berakhir pada Oktober 2024, KORMI Sumatera Utara justru menunjuk Idrus Djunaidi sebagai caretaker KORMI Kota Medan untuk melaksanakan Muskot baru. Proses ini menuai kontroversi setelah caretaker memverifikasi sejumlah INORGA yang dinilai tidak aktif selama ini. Bahkan, terindikasi cacat secara administrasi yang diatur sesuai dengan AD/ART KORMI.

Caretaker tetap melaksanaan Muskot KORMI Medan pada 15 Desember 2024. Pelaksanannya kembali menimbulkan tanda tanya, sebab tidak dihadiri oleh Pemerintah Kota Medan. Selain itu, pelaksanaan Muskot juga dilaksanakan di Deliserdang. Padahal pada Muskot Juni 2024 lalu, KORMI Sumut justru menyurati KORMI Medan agar melaksanakan Muskot di wilayah kerjanya poin kedua surat bernomor 006/A/KORMISU/VI/2024.

"Selain itu, pada spanduk acara Muskot versi caretaker 15 Desember lalu, mereka juga menampilkan logo beberapa INORGA yang telah menyatakan penolakan dengan tidak hadir dan tidak memilih seperti IOSKI, ABI, IF3, KIS, dan ALTI. Ini kami anggap sebagai tindakan manipulatif," tegas Rudi.

Untuk itu, INORGA ini mendesak KORMI Sumatera Utara untuk mengesahkan hasil Muskot pada 23 Juni 2024, yang telah dilakukan secara sah dan mufakat. Mereka juga meminta perhatian dari KORMI Nasional dan Pemerintah Kota Medan untuk menyelesaikan konflik ini.

“Kami berharap KORMI Nasional dan Pemerintah Kota Medan memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan ini. Kolaboasi antara KORMI Kota Medan dan pemerintah selama ini telah bersinergi untuk mendukung program pemerintah untuk mendukung program Indonesia Bugar 2025. Jangan sampai hasil sah Muskot pada Juni 2024 diabaikan begitu saja,” pungkas Rudi. (dek)

Editor : Redaksi
#INORGA