SUMUTPOS.CO- Apa jabatan baru mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terjawab sudah. Setelah sempat diisukan akan menjadi direktur taktik dan pelatih di Liga 1, Pria berusia 55 tahun ini akhirnya mengabdi di negaranya sendiri.
Shin Tae-yong ditunjuk sebagai salah satu Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Penunjukan ini diumumkan secara resmi oleh Presiden KFA, Chung Mong-gyu, dalam rangka pembentukan Komite Eksekutif ke-55 asosiasi sepak bola tertinggi di Korea Selatan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam Kongres Delegasi yang digelar pada 4 April lalu dan diumumkan kepada publik pada 9 April.
Selain menetapkan 27 anggota baru dalam struktur KFA, termasuk wakil presiden, ketua berbagai komite, dan anggota dewan, sosok Shin Tae-yong menarik perhatian karena masih aktif menjadi pelatih tim nasional Indonesia.
Dalam susunan baru ini, Shin Tae-yong diberi tanggung jawab sebagai utusan untuk kerja sama eksternal, yang bertugas memperkuat jaringan dan kolaborasi internasional KFA. Peran ini sangat penting di tengah upaya Korea Selatan untuk memperluas pengaruh dan relasi sepak bola mereka secara global.
Penunjukan ini disebut sebagai bagian dari strategi KFA untuk mengintegrasikan pengalaman praktis dari tokoh-tokoh lapangan ke dalam pengambilan keputusan di level manajerial.
Selain Shin, mantan pelatih tim nasional Vietnam, Park Hang-seo, juga ditunjuk sebagai Wakil Presiden KFA. Ia akan berperan dalam mendukung kinerja tim nasional Korea di semua level. Ada juga tokoh akademik, Profesor Lee Yong-soo dari Universitas Sejong, yang mendapat tugas di bidang perencanaan dan strategi jangka panjang federasi.
Secara keseluruhan, lima tokoh ditunjuk sebagai wakil presiden dalam struktur terbaru ini:
Shin Jeong-sik – Presiden Asosiasi Sepak Bola Jeonnam
Kim Byung-ji – Presiden Gangwon FC
Lee Yong-soo – Profesor di Universitas Sejong
Park Hang-seo – Mantan pelatih Timnas Vietnam
Shin Tae-yong - Mantan pelatih Timnas Indonesia
Selain jajaran wakil presiden, KFA juga mengumumkan penunjukan Kim Seung-hee, pelatih Daejeon Korail, sebagai Direktur Eksekutif. Penunjukan ini disebut sebagai langkah KFA untuk membawa suara lapangan ke dalam keputusan strategis federasi.
"Kami beralih kembali ke sistem dengan direktur eksekutif yang berasal langsung dari lapangan. Ini untuk memastikan bahwa keputusan strategis lebih membumi dan aplikatif," tulis pernyataan resmi KFA dikutip dari SBS News. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe