SUMUTPOS.CO- Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung mengaku kesulitan saat menjalani laga pertama di China Open 2025.
Walaupun menang, Gregoria mengaku masih beradaptasi dengan lapangan.
Bertanding menghadapi Kaoru Sugiyama dari Jepang di lapangan 2 Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Selasa siang setempat, Gregoria bermain ketat sejak awal pertandingan hingga akhir game pertama.
Jarak nilai keduanya paling besar dua poin, sebelum pemain Indonesia ini memenangi game dengan 23-21.
Berbeda dengan game sebelumnya, game kedua pemain yang akrab disapa Jorji ini mampu mengendalikan permainan. Setelah kedudukan 7-7, perolehan nilainya melesat dan tak terkejar.
Setelah unggul 12-7, ia memperlebar jarak menjadi 17-9 dan akhirnya menyudahi pertandingan dengan menutup game ini 21-9 pada menit ke-37.
Ini menjadi pertandingan kedua Gregoria setelah absen selama tiga bulan karena sakit vertigo.
Sebelumnya, dia langsung tersingkir ketika tampil di Japan Open 2025 pada pekan lalu.
Gregoria merasa performanya pada pekan lalu jauh di bawah yang diinginkannya.
"Bukan hanya tentang hasil tapi secara permainan sama sekali tidak puas dan tidak senang," ujarnya seperti dilansir dari keterangan tim media PBSI, Selasa (22/7/2025).
Gregoria kini menatap penuh semangat untuk melakoni laga yang akan dilakukannya pada Kamis mendatang. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe