Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Yolla Yuliana dan Beban Predikat “Miss Grand Final”

Johan Panjaitan • Rabu, 24 Desember 2025 | 11:46 WIB
Yolla Yuliana. (volleyballinfo)
Yolla Yuliana. (volleyballinfo)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Nama Yolla Yuliana kian lekat dengan panggung puncak kompetisi voli nasional. Sejak pandemi Covid-19, pevoli andalan Indonesia itu selalu sukses mengantar tim yang dibelanya menembus babak grand final Proliga. Ia meraih gelar juara bersama Bandung BJB Tandamata pada 2022, lalu kembali tampil di partai puncak bersama Jakarta Pertamina Fastron (2023), Jakarta Electric PLN (2024), dan Jakarta Popsivo Polwan (2025).

Catatan impresif tersebut melahirkan julukan tak resmi: Miss Grand Final. Predikat yang diharapkan kembali melekat saat Yolla mengenakan seragam Jakarta Livin Mandiri (JLM) pada Proliga musim 2026. Namun, di balik konsistensi prestasi itu, Yolla mengakui ada beban tersendiri yang harus ia pikul.

“Ya memang beban pasti ada di masing-masing pemain. Tapi jadi lebih terasa karena ada anggapan, kalau ada Yolla pasti final,” ujar Yolla saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta.

Di usia 31 tahun, bayang-bayang pensiun kerap menghampiri pevoli berpostur 180 cm tersebut. Faktor cedera yang berulang, ditambah perannya sebagai seorang ibu, membuatnya beberapa kali berada di persimpangan antara melanjutkan atau mengakhiri karier.

“Sering kali bilang ke diri sendiri, kayaknya udah deh tahun ini. Tapi di hati malah seperti tertantang untuk melawan diri sendiri. Cedera sedikit, ayo recovery lagi,” tuturnya.

Tantangan lain datang dari komposisi skuad Jakarta Livin Mandiri yang didominasi pemain muda, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun. Usia yang, menurut Yolla, justru menjadi pemantik semangat baru.

“Saya di angka 30-an sendiri. Itu jadi PR tersendiri di klub baru ini. Tapi justru bikin saya semakin terpacu. Semoga di Proliga 2026 ini energi terbaik saya bisa keluar,” harapnya.

Dengan pengalaman panjang dan mental juara yang telah teruji, Yolla Yuliana tak sekadar menjadi simbol konsistensi menuju final. Ia kini juga menjelma figur panutan, yang membuktikan bahwa usia, cedera, dan tekanan bisa dilawan dengan keteguhan hati dan semangat kompetitif yang tak pernah padam.

Editor : Johan Panjaitan
#predikat #yolla yuliana #Miss Grand #livin mandiri #final #proliga