Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ice Queen Mengamuk di Melbourne! Rybakina Juara AO 2026 dan Bidik Takhta Dunia

Johan Panjaitan • Senin, 2 Februari 2026 | 10:30 WIB
Elena Rybakina (AP Photo/Marta Lavandier)
Elena Rybakina (AP Photo/Marta Lavandier)

MELBOURNE, Sumutpos.jawapos.com-Tak ada selebrasi heboh. Tak ada air mata berlebihan. Elena Rybakina cukup mengepalkan tangan, tersenyum tipis, lalu memeluk Aryna Sabalenka. Tapi jangan salah—di balik ekspresi dingin itu, sejarah besar baru saja tercipta.

Petenis berjuluk Ice Queen ini sukses menaklukkan Sabalenka 6-4, 4-6, 6-4 di final Australian Open 2026, Sabtu (31/1). Lebih gila lagi, Rybakina melakukannya setelah sempat tertinggal 0-3 di set penentuan. Comeback dramatis. Mental baja. Juara sejati.

“Saya tidak menyangka bisa membalikkan keadaan. Aryna lawan yang luar biasa. Tapi kali ini, trofinya milik saya,” ujar Rybakina, dikutip dari YouTube resmi Australian Open.
Balas Dendam Manis di Rod Laver Arena

Final ini bukan laga biasa. Ini adalah ulangan final 2023, saat Rybakina harus menelan pil pahit kalah dari Sabalenka. Tiga tahun berlalu, dan panggung yang sama kini jadi tempat pembalasan sempurna.


“Saat itu Aryna sangat berani ambil risiko. Jadi hari ini, ketika saya punya peluang, saya tahu saya harus lebih agresif,” ungkap petenis Kazakhstan berusia 26 tahun tersebut.

Dan dia membuktikannya. Saat tekanan memuncak, Rybakina justru semakin tenang. Saat Sabalenka mulai goyah, Rybakina melaju tanpa ragu.
Tenang di Tekanan, Mematikan Saat Krusial

Gaya bermain agresif tapi dingin jadi senjata utama Rybakina. Strateginya sukses besar. Australian Open 2026 menjadi gelar Grand Slam kedua dalam kariernya setelah Wimbledon 2022.

Sabalenka pun mengakui keunggulan sang rival.
“Saya unggul 3-0, lalu kehilangan fokus. Dia jauh lebih kuat dalam momen-momen genting,” kata Sabalenka.


Dari Ranking 13 ke Top 3 Dunia

Gelar ini menegaskan satu hal: Rybakina sedang panas-panasnya.
Juli 2025 lalu ia masih di peringkat 13 dunia. Sekarang? Top 3 dunia.

Sejak Wimbledon 2025, Rybakina sudah mencatat 38 kemenangan, terbanyak di antara semua petenis putri. Dalam 21 laga terakhir, ia cuma kalah sekali. Konsisten. Gila. Mengerikan.
Belum Puas, Rybakina Incar Nomor Satu Dunia

Meski sudah menggenggam dua trofi Grand Slam, Rybakina belum mau berhenti. Target berikutnya jelas: takhta peringkat satu dunia.

“Saya punya tujuan besar. Kami akan terus bekerja dan berjuang. Semoga saya bisa mencapainya,” ucapnya.

Ice Queen sudah naik level. Dan Melbourne mungkin baru awal.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#australia open #Elena Rybakina #Aryna Sabalenka