JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Indonesia ternyata bukan sekadar salah satu destinasi turnamen bagi pebulu tangkis Hong Kong Angus Ng Ka Long. Negara ini memiliki makna yang lebih personal bagi tunggal putra berusia 31 tahun tersebut.
Di balik statusnya sebagai salah satu pemain elite dunia, Angus menyimpan ikatan keluarga dengan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa darah Indonesia mengalir dalam keluarganya melalui sang nenek yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Nenek Angus merupakan keturunan campuran Tiongkok-Indonesia yang kemudian berpindah ke Tiongkok jauh sebelum ibu Angus lahir. Meski hubungan itu terbentang oleh jarak dan waktu yang panjang, Indonesia tetap memiliki tempat tersendiri di hati sang atlet.
“Nenek saya pindah ke Tiongkok sebelum melahirkan ibu saya. Jadi, itu sudah sangat lama sekali,” ungkap Angus.
Baca Juga: Mulai 18 Oktober, Produk Makanan dan Minuman Wajib Bersertifikat Halal
Jejak hubungan keluarga tersebut rupanya turut menghadirkan kedekatan lain yang tak kalah kuat, yakni melalui kuliner. Setiap kali datang ke Jakarta untuk mengikuti turnamen internasional, Angus selalu menyempatkan diri menikmati berbagai hidangan khas Indonesia.
Di antara banyak pilihan kuliner Nusantara, ada satu menu yang menjadi favorit utamanya: sop buntut.
Bagi Angus, semangkuk sop buntut hangat bukan sekadar makanan, melainkan sajian yang selalu berhasil menghadirkan rasa nyaman setiap kali berada di Indonesia.
“Makanan Indonesia favorit saya sop buntut,” ujarnya sambil tersenyum.
Kecintaannya pada kuliner Indonesia tidak berhenti di situ. Angus juga mengaku menggemari soto ayam dan pisang goreng. Ketiga menu tersebut hampir selalu masuk dalam daftar santapan wajibnya selama berada di Tanah Air.
Di tengah padatnya agenda pertandingan, berburu makanan Indonesia menjadi cara sederhana bagi Angus untuk menikmati suasana sekaligus merasakan kedekatan dengan akar keluarganya.
Sayangnya, kunjungan Angus ke Indonesia Open 2026 kali ini tidak berakhir sesuai harapan. Langkahnya harus terhenti pada babak 16 besar setelah dikalahkan wakil Taiwan, Chou Tien Chen.
Meski gagal melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi tersebut, Angus setidaknya tetap membawa pulang sesuatu yang selalu dirindukannya setiap kali datang ke Indonesia: cita rasa kuliner yang mengingatkannya pada sebagian kisah keluarganya yang berasal dari Surabaya.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan