Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Didiskriminasi selama Piala Dunia 2026, Mulai dari Pengurusan Visa hingga Perjalanan Pulang Usai Pertandingan

Juli Rambe • Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB
Timnas Iran di Piala Dunia 2026. (Dok: Tim Iran)
Timnas Iran di Piala Dunia 2026. (Dok: Tim Iran)

 

SUMUT POS- Iran mencuri perhatian masyarakat dengan ketidakadilan yang mereka terima selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Iran berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Iran (FIFRI) yang menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan terhadap tim nasional mereka berbeda dibandingkan negara peserta lainnya.

Baca Juga: Prediksi Pemain Qatar vs Kanada di Piala Dunia 2026

Menurut laporan media olahraga Prancis, L'Équipe, pihak federasi Iran menyoroti beberapa kendala yang mereka hadapi sejak turnamen berlangsung.

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah persoalan visa yang disebut berdampak langsung terhadap persiapan tim.

FIFRI mengklaim bahwa sejumlah pemain dan anggota rombongan mengalami kesulitan mendapatkan izin masuk, bahkan ada yang visanya ditolak.

Situasi tersebut dinilai mengganggu proses persiapan tim menjelang pertandingan penting di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Tidak hanya itu, Iran juga mengaku mendapatkan pembatasan perjalanan yang tidak dialami peserta lain.

Mereka disebut hanya diizinkan tiba di lokasi pertandingan satu hari sebelum laga berlangsung. Kondisi tersebut membuat waktu adaptasi tim menjadi sangat terbatas, baik dari sisi pemulihan fisik maupun penyesuaian dengan lingkungan pertandingan.

Keluhan lain yang disampaikan federasi adalah kewajiban bagi tim untuk segera kembali ke Meksiko sesaat setelah pertandingan selesai dimainkan.

Menurut FIFRI, aturan tersebut menambah beban perjalanan yang berpotensi memengaruhi kondisi para pemain selama turnamen.

Federasi Iran menilai kebijakan-kebijakan tersebut menciptakan situasi yang tidak setara dengan negara peserta lainnya.

Mereka merasa tim nasional Iran diperlakukan berbeda dan tidak memperoleh fasilitas serta keleluasaan yang sama sebagaimana tim lain yang berkompetisi di Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataannya, FIFRI menegaskan akan membawa persoalan ini secara resmi kepada FIFA.

Langkah tersebut dilakukan agar federasi sepak bola dunia dapat memberikan penjelasan sekaligus mengevaluasi kebijakan yang diterapkan selama turnamen berlangsung.

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana protes yang akan diajukan oleh Iran.

Namun isu tersebut mulai menjadi perhatian publik sepak bola internasional karena menyangkut prinsip kesetaraan dan perlakuan yang sama bagi seluruh peserta kompetisi.

Apabila protes tersebut benar-benar diajukan dan ditindaklanjuti, kasus ini berpotensi menjadi salah satu pembahasan penting dalam evaluasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Iran berharap FIFA dapat memastikan bahwa seluruh negara peserta memperoleh kesempatan dan perlakuan yang setara dalam setiap edisi turnamen di masa mendatang. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe
#diskriminasi iran di piala dunia #Timnas iran #piala dunia 2026