Kalah dari Vietnam, Ronny Tanuwijaya Kritik Herdman Salah Strategi

Deking Sembiring • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:54 WIB
Ronny Tanuwijaya. (Dok Pribadi)
Ronny Tanuwijaya. (Dok Pribadi)

 

SURABAYA, SUMUTPOS – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 memantik kritik dari berbagai kalangan. Salah satu sorotan tajam datang dari mantan Manajer Persebaya Surabaya, Ronny Tanuwijaya, yang menilai kekalahan 0-3 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026), tidak lepas dari kesalahan strategi pelatih John Herdman dalam menentukan komposisi pemain.

Menurut Ronny, sejumlah keputusan Herdman justru mengubah formula yang sebelumnya terbukti efektif saat Indonesia mengalahkan Kamboja dan Timor Leste.

Dia mempertanyakan keputusan menempatkan Rizky Ridho sebagai bek kanan, padahal Indonesia masih memiliki Sandy Walsh yang dinilai lebih ideal mengisi posisi tersebut.

Baca Juga: Kadisdik Langkat Mundur Mendadak, Isu Tekanan Mencuat

"Komposisi terbaik tiga pemain belakang adalah menempatkan Rizky Ridho sebagai center back bersama Sandy Walsh dan Shane Pattynama, seperti saat menghadapi Kamboja dan Timor Leste. Ada apa pelatih John Herdman mengubah komposisi terbaik itu?" kata Ronny, Selasa (4/8/2026). 

Tak hanya lini belakang, Ronny juga mengkritik perubahan di sektor tengah. Dia menilai penempatan Thom Haye di sisi kanan untuk membantu pertahanan bukan keputusan yang tepat.

Menurutnya, Haye selama ini tampil efektif sebagai playmaker yang mengatur ritme permainan. Posisi tersebut justru diisi Marc Klok, yang menurut Ronny sudah tidak lagi menunjukkan performa terbaik untuk level tim nasional.

Baca Juga: Denny Sumargo Hidupkan Kisah Nyata dalam Baby Udon

"Haye pada pertandingan sebelumnya selalu bermain sebagai playmaker, tetapi malah dipindahkan. Posisi itu diisi Marc Klok yang menurut saya sudah tidak layak lagi di timnas," ujarnya.

Ronny menegaskan lini tengah Indonesia seharusnya menjadi motor permainan sekaligus benteng pertama dalam memutus aliran bola lawan. Karena itu, Ronny berharap duet gelandang terbaik kembali dimainkan saat Indonesia menghadapi Singapura pada laga terakhir fase grup.

Selain faktor taktik, Ronny juga menyoroti komposisi skuad yang dinilainya terlalu banyak dihuni pemain senior. Kehadiran Jordi Amat, Marc Klok, dan Thom Haye secara bersamaan dianggap kurang efektif untuk mengimbangi kecepatan pemain-pemain Vietnam.

"Pelatih seharusnya mampu membaca karakter permainan Vietnam dan menurunkan starting eleven terbaik sejak awal. Kecepatan Vietnam harus diimbangi dengan pemain yang lebih segar dan dinamis," tegasnya.

Baca Juga: Chelsea Pecahkan Rekor Belanja, EUR 400 Juta Ludes untuk Perkuat Skuad

Meski melontarkan kritik keras, Ronny tetap optimistis peluang Indonesia melaju ke semifinal belum tertutup. Dia yakin skuad Garuda mampu bangkit saat bertandang menghadapi Singapura.

"Dengan banyaknya pemain berpengalaman yang memiliki mental bertanding bagus, saya yakin Indonesia masih bisa tampil maksimal saat melawan Singapura," katanya.

Ronny meyakini pemain seperti Sandy Walsh, Rizky Ridho, Ragnar Oratmangoen, hingga Jens Raven akan menjadi pembeda apabila dimainkan dalam komposisi yang tepat.

Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Posisi Garuda di Grup A Piala AFF 2026 Terancam

Laga kontra Singapura kini menjadi penentu nasib Timnas Indonesia di Grup A. Kemenangan menjadi target mutlak jika skuad Garuda ingin menjaga asa melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026. (dek) 

Editor : Redaksi
Ronny Tanuwijaya