SIMALUNGUN, Sumutpos.jawapos.com– Musa Rajekshah alias Ijeck kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pereli papan atas nasional. Tampil konsisten sejak etape awal, Ijeck yang berpasangan dengan navigator asal Banten, Hervian Soejono, berhasil keluar sebagai juara Sumatera Utara Rally 2026 yang berlangsung di kawasan perkebunan teh Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Pertarungan berlangsung ketat sejak Special Stage (SS) 1 pada Sabtu (8/8/2026) hingga SS.12 pada Minggu (9/8/2026). Namun, konsistensi Ijeck dalam menjaga ritme balapan, mengendalikan mobil, sekaligus membaca karakter lintasan menjadi pembeda.
Mengandalkan Skoda Fabia RS Rally2 dari BLA BLA BLA Motorsport, Ijeck-Hervian tampil stabil sepanjang perlombaan. Tidak banyak melakukan kesalahan fatal, pasangan ini mampu mempertahankan kecepatan sekaligus menjaga kendaraan tetap dalam kondisi optimal hingga garis finis.
Baca Juga: Hinca Panjaitan Desak Negara Turun Tangan, BBKSDA Diminta Ambil Langkah Darurat Atasi Dampak Pengali
Konsistensi itu tercermin dari catatan hasil setiap SS. Ijeck berada di posisi kedua pada SS.1 hingga SS.4 dan SS.6, menempati posisi ketiga pada SS.5 serta SS.8 hingga SS.12, dan menjadi yang tercepat pada SS.7.
Rangkaian hasil tersebut akhirnya mengantarkan Ijeck-Hervian menjadi pemenang Sumatera Utara Rally 2026 dengan total waktu 2 jam 21 menit 02,8 detik.
Ajang ini sekaligus menjadi seri ketiga FIA APRC dan putaran keempat Kejurnas IMI tahun 2026.
Ryan Nirwan Kehilangan Enam Menit
Posisi kedua ditempati pasangan Kalimantan Timur-DKI, Ryan Nirwan/Adi Indiarto dari Toyota Gazoo Racing Indonesia.
Mengendarai Toyota GR Yaris Rally2, Ryan sebenarnya tampil sangat dominan. Mereka berhasil menjadi yang tercepat pada sembilan SS.
Namun, sebuah insiden di SS.7 mengubah peta persaingan.
Ryan mengalami overshoot sekitar 2,5 kilometer setelah start. Kondisi tersebut memaksanya melakukan penanganan terhadap ban kendaraan dan kehilangan waktu hingga sekitar enam menit.
Meski demikian, Ryan/Adi tetap mampu bangkit. Mereka berada di posisi kedua pada SS.10 dan SS.11, tetapi kehilangan waktu di SS.7 membuat peluang merebut posisi teratas terlepas.
Baca Juga: Gebyar Merdeka, Promo Ekstra Hemat untuk Pembelian Unit Yamaha
Pada klasemen akhir, Ryan Nirwan/Adi Indiarto harus puas di posisi kedua dengan selisih 1 menit 25,5 detik dari Ijeck.
Kholilul Amankan Posisi Ketiga
Posisi ketiga menjadi milik pereli asal Kalimantan Selatan, M. Kholilul Rahman, yang berpasangan dengan navigator asal Sumatera Utara, Tri Arjuna.
Keduanya membawa Ford Fiesta Rally3 dari tim MAB HRVRT dan mencatatkan waktu 2 jam 30 menit 36,9 detik.
Sementara itu, Aldio Oekon/Respati Adhi dari DMO Garage yang mengendarai Hyundai i20 N Rally2 harus puas berada di posisi keempat.
Aldio sebenarnya menjadi salah satu pesaing kuat di ajang ini. Namun, insiden terbalik di SS.2 membuatnya tidak dapat mengikuti SS.3.
Setelah itu, Aldio mampu kembali menunjukkan kecepatannya dan beberapa kali bertahan di jajaran tiga besar pada SS berikutnya. Catatan akhir 2 jam 31 menit 27,3 detik menempatkannya di posisi keempat.
Lintasan Tobasari Jadi Momok
Sumatera Utara Rally 2026 bukan sekadar pertarungan kecepatan. Karakter lintasan menjadi ujian tersendiri bagi para pereli.
Dari 45 peserta yang memulai perlombaan, hanya 31 pereli yang berhasil berstatus sebagai finisher.
SS Tobasari A menjadi salah satu lintasan paling sulit sekaligus paling banyak memakan korban. Pada hari pertama, lima pereli gagal menyelesaikan lintasan tersebut. Jumlah itu kembali bertambah empat pereli pada hari kedua.
Baca Juga: Empat Kali Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025 Deliserdang Gagal, DPRD Soroti Mangkirnya Pejabat
Lintasan perkebunan teh yang relatif sempit, kontur yang bervariasi, serta tikungan-tikungan yang dapat mengecoh menjadi kombinasi yang menguji kemampuan para pereli.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang mendukung justru membuat perlombaan berlangsung semakin menarik. Kecepatan, konsentrasi, dan kemampuan membaca lintasan menjadi kunci untuk bertahan hingga finis.
Sidamanik Jadi Panggung Perayaan
Setelah pertarungan panjang selama dua hari, masyarakat akhirnya menyaksikan puncak perhelatan pada acara Ceremonial Finish di Lapangan Sarimatondang, Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Penyerahan piala dan hadiah berlangsung mulai pukul 15.45 WIB hingga selesai. Ribuan pasang mata masyarakat sekitar turut menyaksikan langsung momen perayaan para pemenang.
Kemenangan Ijeck sekaligus menjadi penegasan bahwa konsistensi masih menjadi senjata utama dalam reli. Di tengah lintasan yang menuntut keberanian dan kecepatan, justru kemampuan menjaga ritme serta menghindari kesalahan fatal yang mengantarkan pasangan Sumatera Utara tersebut ke podium tertinggi.
Dua belas special stage telah dilalui. Puluhan pereli bertarung. Namun pada akhirnya, Ijeck dan Hervian menjadi pasangan yang paling konsisten menaklukkan kerasnya lintasan Sidamanik.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan