Bezzecchi Bangkit! Dua Podium di Silverstone Jadi Jawaban atas Masa Sulit

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:45 WIB
Marco Bezzecchi. (motosport)
Marco Bezzecchi. (motosport)

 

SILVERSTONE, Sumutpos.jawapos.com – Marco Bezzecchi akhirnya menemukan kembali pijakannya setelah melewati masa sulit yang diwarnai kecelakaan dan cedera. Sirkuit Silverstone menjadi panggung kebangkitan pembalap Aprilia tersebut.

Bezzecchi sukses finis di posisi ketiga pada sprint race maupun balapan utama GP Inggris akhir pekan lalu. Dua podium itu terasa jauh lebih berarti karena diraih ketika kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

Lutut Bezzecchi masih belum leluasa digerakkan. Rasa sakit di bahu kirinya pun belum benar-benar hilang. Namun, semua keterbatasan itu tak mampu meredam ambisinya untuk kembali berdiri di podium.

Tekad tersebut menjadi semakin kuat setelah empat balapan utama sebelumnya berakhir tanpa podium. Bezzecchi pun mengaku tak ingin kembali menyerah.

“Saya sangat menginginkannya. Saya tidak bisa menyerah dan bersedia melakukan apa pun,” tegas Bezzecchi.

Baca Juga: Di Sekitar Gunung Sinabung, Rumput Menguning dan Asap Kawah Kebiruan

Emosi pembalap asal Italia itu akhirnya tumpah setelah balapan berakhir. Air mata tak mampu ia bendung setelah melewati periode yang begitu berat sejak GP Italia di Mugello.

“Setelah bekerja keras lalu mendapat pukulan beruntun sejak Mugello, saya datang ke sini tanpa ekspektasi tinggi. Membawa pulang dua podium terasa sangat menyenangkan,” ujar pembalap 27 tahun tersebut.

Hasil di Silverstone sekaligus mengangkat posisi Bezzecchi ke peringkat kedua klasemen sementara. Dia kini tertinggal 31 poin dari pemuncak klasemen sekaligus rekan setimnya, Jorge Martin. Di belakangnya, pembalap Trackhouse Aprilia Ai Ogura hanya terpaut enam poin.

Bagi Bezzecchi, dua podium di Inggris bukan sekadar tambahan angka. Hasil tersebut menjadi penanda bahwa periode buruk yang membelenggunya mulai berlalu.

Baca Juga: Jaksa Sebut Yaqut Rugikan Negara Rp622 Miliar, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

“Secara keseluruhan, ini adalah momen kebangkitan yang sangat bagus. Setelah Mugello situasinya memang berat, termasuk saat jeda musim panas. Namun, kini semua itu sudah berlalu,” kata Bezzecchi kepada MotoGP.com.

Kini fokusnya adalah memulihkan kondisi fisik. Bezzecchi menyadari perjuangan menuju akhir musim masih panjang dan membutuhkan tubuh yang benar-benar siap.

“Sekarang saatnya untuk sedikit beristirahat dan memulihkan kondisi dengan baik, terutama untuk mempersiapkan fisik,” ujarnya.

Aragon Jadi Ujian Berikutnya

Kebangkitan Bezzecchi di Silverstone belum menjadi akhir dari perjuangan. MotoGP akan kembali bergulir di Aragon pada 28–30 Agustus mendatang, dan seri tersebut berpotensi menjadi ujian penting bagi ambisi Aprilia.

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola bahkan menilai Aragon dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai peta persaingan gelar juara dunia musim ini.

“Soal Bezzecchi, untungnya kami memiliki waktu tambahan satu minggu untuk pemulihan sebelum balapan di Aragon, sirkuit yang kita tahu menjadi salah satu lintasan favorit Marc Marquez,” kata Rivola, dikutip dari GPone.

Baca Juga: 6 Provinsi Kritis karena Karhutla

Dengan masih 370 poin yang tersedia, persaingan menuju gelar juara dunia masih sangat terbuka. Namun, Rivola melihat Aragon sebagai salah satu titik penting untuk mengukur kekuatan para kandidat juara.

“Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, jumlah yang sangat besar. Namun, Aragon bisa memberikan gambaran siapa yang akan menjadi pesaing gelar sebenarnya untuk sisa musim,” ujarnya.

Bagi Bezzecchi, Aragon bukan sekadar seri berikutnya. Itu akan menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa podium Silverstone bukan kebangkitan sesaat, melainkan awal dari kembalinya dirinya ke persaingan papan atas.

Insiden Beruntun Bezzecchi

Setelah meraih kemenangan di Mugello, Italia, pada 31 Mei, perjalanan Bezzecchi justru berbelok tajam. Empat seri berikutnya dilalui dengan rentetan kecelakaan, cedera, dan hasil yang jauh dari harapan.

 

Periode kelam tersebut akhirnya terhenti di Silverstone. Dua podium dalam satu akhir pekan menjadi jawaban Bezzecchi atas segala pukulan yang diterimanya dalam dua bulan terakhir.

Kini, tantangannya bukan sekadar mempertahankan posisi kedua klasemen. Bezzecchi harus memastikan tubuhnya pulih, kecepatannya konsisten, dan mentalnya tetap kokoh

Editor : Johan Panjaitan
aprilia kecelakaan motogp cedera bangkit