TIANJIN, Sumutpos.jawapos.com– Momentum bersejarah terbuka lebar bagi Timnas voli putri Indonesia. Satu kemenangan atas Iran pada perempat final AVC Women's Continental 2026 di Tianjin Arena, siang ini, akan mengantarkan Merah Putih ke semifinal sekaligus memecahkan catatan terbaik dalam 47 tahun perjalanan di turnamen tersebut.
Pertandingan Indonesia kontra Iran dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB dan dapat disaksikan melalui siaran langsung Moji/Vidio.
Target Indonesia jelas: menang dan menembus semifinal. Jika misi itu terwujud, skuad Merah Putih akan mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan di AVC Women's Continental.
Baca Juga: PON Pantai 2026 Resmi Hadir, Ancol Jadi Arena Sejarah Olahraga Pantai Indonesia
Rekor terbaik Indonesia hingga kini tercatat pada edisi 1979 di Hongkong. Saat itu, Indonesia mampu mengakhiri turnamen di posisi kelima.
Artinya, kemenangan atas Iran akan memastikan Indonesia melampaui pencapaian tersebut setelah penantian selama 47 tahun.
Modal Positif dari Pertemuan Terakhir
Indonesia datang dengan modal yang cukup menjanjikan. Mediol Stiovanny Yoku dan kawan-kawan sebelumnya mampu menundukkan Iran dengan skor 3-1 pada AVC Women's Cup 2026 di Candon City, Filipina, 6 Juni lalu.
Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta menjadi jaminan. Iran datang dengan kekuatan yang sedikit berbeda, terutama dengan meningkatnya peran dua pemain yang patut diwaspadai: middle blocker Zahra Karimi dan outside hitter berusia 19 tahun Ayda Valinezhad.
Baca Juga: Muktamar NU ke-35 di Jombang Berlangsung Kondusif, GP Ansor Tebing Tinggi Dukung Kepemimpinan Baru
Karimi, misalnya, hanya mencetak dua poin ketika Indonesia mengalahkan Iran pada AVC Cup lalu. Kala itu, dia tampil sebagai pemain pengganti.
Situasinya kini berbeda. Di AVC Women's Continental 2026, Karimi menjelma menjadi salah satu pemain penting Iran. Dalam tiga pertandingan fase grup, dia telah mengoleksi 26 poin.
Ancaman lain datang dari Ayda. Pemain berusia 19 tahun tersebut menunjukkan potensinya ketika membantu Iran menaklukkan Taiwan 3-1 pada Jumat (21/8). Dalam pertandingan itu, Ayda menyumbang 13 poin.
Konsistensi Jadi Kunci
Manajer Timnas voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, menyadari bahwa Iran bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Kualitas dan pengalaman menjadi kekuatan utama tim lawan.
“Mereka (Iran) tim yang memiliki kualitas dan pengalaman yang sangat baik. Kami akan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi pertandingan tersebut,” kata Luciana.
Meski demikian, peluang Indonesia tetap terbuka. Luciana menilai konsistensi permainan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.
“Kuncinya adalah menjaga konsistensi permainan dan meminimalkan unforced errors. Jika para pemain mampu bermain lebih stabil, disiplin, dan fokus sepanjang pertandingan, kami yakin dapat memberikan perlawanan terbaik,” tuturnya.
Baca Juga: Agnez Mo Tembus Puncak IMDb Global, Peran Lila Hoth di Reacher Season 4 Jadi Sorotan
Perempat final ini bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan tiket semifinal. Bagi Indonesia, laga melawan Iran menjadi kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang sekaligus mengukir halaman baru dalam sejarah voli putri nasional.
47 tahun setelah finis kelima di Hongkong, Merah Putih kini hanya berjarak satu kemenangan dari rekor terbaik sepanjang masa. (jpg/han)
Capaian Indonesia di AVC Women's Continental
- 1979: Peringkat kelima
- 1983: Peringkat keenam
- 1987: Peringkat keenam
- 1989: Peringkat kesembilan
- 1991: Peringkat kesembilan
- 1993: Peringkat kedelapan
- 2007: Peringkat kesembilan
- 2009: Peringkat ke-13
- 2011: Peringkat ke-13
- 2013: Peringkat kesepuluh
- 2019: Peringkat kedelapan
- 2026: ?