AICHI, Sumutpos.jawapos.com – Timnas voli putri Indonesia memulai perjuangan di Asian Games 2026 dengan misi penting. Menghadapi Nepal di Park Arena, Komaki, Aichi, Kamis (17/9) sore, kemenangan menjadi target utama untuk menjaga peluang melangkah ke babak delapan besar.
Indonesia tergabung di Pul A bersama Nepal dan tuan rumah Jepang. Dengan hanya menjalani dua pertandingan pada fase grup, setiap laga memiliki arti besar. Setelah menghadapi Nepal, Indonesia langsung berjumpa Jepang pada Jumat (18/9).
Satu kemenangan dari dua pertandingan tersebut akan membuka peluang Indonesia untuk melaju ke delapan besar.
Baca Juga: Debit Bah Bolon Tinggi, PSDA Bongkar Strategi Redam Banjir Batu Bara
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo bahkan menegaskan kemenangan atas Nepal menjadi target yang tidak bisa ditawar.
“Untuk tim putri target tembus lima besar. Lawan Nepal kami harus menang. Itu harga mati lawan Nepal, sehingga kita bisa masuk delapan besar,” kata Imam Sudjarwo.
Target tersebut tidak datang tanpa persiapan. Timnas voli putri Indonesia telah menjalani sejumlah kompetisi dan laga uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.
Beberapa di antaranya AVC Cup, SEA V Cup, AVC Continental 2026, hingga pertandingan uji coba menghadapi Korea Selatan. Rangkaian pertandingan itu menjadi modal bagi skuad Merah Putih sebelum tampil di panggung Asian Games.
Pada AVC Cup 2026 di Candon, Filipina, 6–14 Juni lalu, Indonesia finis di posisi kelima. Hasil tersebut diraih setelah Indonesia mengalahkan Australia dengan skor 3-0.
Baca Juga: Cegah Stunting, Pemkab Paluta Aktifkan Posyandu hingga Pelosok Desa
Catatan serupa kembali dibukukan di AVC Continental 2026 yang berlangsung di Tianjin, Tiongkok, 21–30 Agustus. Indonesia kembali mengakhiri turnamen di posisi kelima.
Performa tersebut menjadi pijakan bagi PP PBVSI untuk memasang target serupa di Asian Games 2026. Namun, federasi tetap membuka peluang bagi tim asuhan pelatih untuk mencatat hasil yang lebih tinggi.
“Target kami minimal lima besar. Syukur lebih baik daripada itu,” ujar Imam.
Di tengah tuntutan hasil, kapten timnas voli putri Indonesia Mediol Stiovanny Yoku memilih pendekatan berbeda. Dia meminta rekan-rekannya tidak larut dalam tekanan target.
Mayoritas pemain dalam skuad masih berusia muda. Karena itu, Mediol berharap seluruh pemain dapat tampil lepas dan menikmati setiap pertandingan.
“Karena kebanyakan pemain masih muda, harapannya semuanya bisa bermain lepas dan menikmati pertandingan. Tidak perlu terlalu memikirkan target atau hasil,” ujarnya.
Baca Juga: Fenomena Unik, Sejumlah Negara Gunakan Bahasa Indonesia untuk Papan Informasi
Bagi Mediol, Asian Games 2026 juga menjadi panggung penting untuk menambah pengalaman. Sebagian besar pemain bahkan baru pertama kali merasakan atmosfer pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
“Penting kami bisa mendapatkan pengalaman karena ini juga merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar pemain mengikuti Asian Games,” tambahnya.
Kini, Nepal menjadi ujian pertama. Kemenangan bukan hanya soal membuka perjalanan dengan hasil positif, tetapi juga menjaga peluang Indonesia menuju babak delapan besar sebelum menghadapi tantangan lebih berat dari tuan rumah Jepang. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan