MISANO, Sumutpos.jawapos.com – Fabio Quartararo belum kehabisan ambisi. Setelah melewati periode sulit bersama Yamaha, pembalap Prancis itu masih yakin dirinya memiliki kemampuan untuk kembali bertarung di barisan depan MotoGP.
Quartararo bahkan menegaskan, ambisi untuk meraih kemenangan masih menjadi alasan utama dirinya bertahan di kompetisi kelas premier.
“Saya masih punya taring itu. Jika saya tidak memilikinya, mungkin saya akan berhenti,” kata Quartararo dalam wawancara dengan Motorsport.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Pesisir Nias Barat, Danlanal Nias Survei Lokasi Posal
Dia menggambarkan hasratnya untuk kembali merasakan kemenangan seperti seekor anjing yang sudah lama kelaparan dan tiba-tiba melihat makanan di depannya.
“Ketika anjing tidak makan selama tiga hari dan kemudian melihat makanan, Anda bisa melihat bagaimana dia akan mengejarnya. Saya adalah anjing itu sekarang,” ujarnya.
Akhir Perjalanan Bersama Yamaha
Musim 2026 menjadi tahun terakhir Quartararo bersama Yamaha. Setelah delapan tahun memperkuat pabrikan asal Iwata tersebut, sang pembalap bersiap membuka lembaran baru bersama Honda.
Kebersamaan Quartararo dan Yamaha meninggalkan sejumlah catatan penting. Dia mengoleksi 11 kemenangan dan 32 podium, sekaligus mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP pada 2021.
Namun, performanya mulai mengalami penurunan setelah finis sebagai runner-up pada 2022. Dalam periode yang sama, Yamaha juga menghadapi tantangan dalam mengembangkan motor agar mampu kembali bersaing dengan para rival.
Baca Juga: Anak Usia 8 Tahun Sudah Mengakses Layanan Konseling Jiwa, Kesepian Jadi Keluhan yang Banyak Muncul
Quartararo menilai sejumlah aspek penting motor Yamaha belum mengalami peningkatan sesuai harapan.
“Saat membuat motor baru, banyak hal yang harus disesuaikan. Sayangnya, kami belum berhasil meningkatkan kecepatan, kemampuan menikung, grip, maupun tenaga,” jelasnya.
Meski perjalanan terakhirnya bersama Yamaha tidak berlangsung mudah, Quartararo tidak ingin perpisahan tersebut berubah menjadi konflik.
“Tentu ada masa ketika situasinya berjalan lebih baik, ada juga masa-masa yang lebih sulit. Tetapi, jangan melihatnya sebagai sebuah perang,” tegasnya.
Menurut Quartararo, hubungan selama delapan tahun tidak seharusnya berakhir dengan pertikaian. Masih ada waktu yang harus dijalani bersama sebelum benar-benar berpisah.
“Ini seperti sebuah hubungan. Ada masa sulit dan itu normal. Kami masih punya tiga bulan bersama. Jadi, setelah delapan tahun bersama, ini bukan waktunya untuk bertengkar,” lanjutnya.
Menatap Era Baru Bersama Honda
Setelah meninggalkan Yamaha, Quartararo akan menghadapi tantangan baru bersama Honda. Debutnya dengan motor RC214V dijadwalkan berlangsung dalam tes resmi akhir musim di Valencia pada 1 Desember mendatang.
Bagi Quartararo, momen tersebut sudah menjadi salah satu hal yang terus memenuhi pikirannya.
“Saya memikirkan seperti apa penampilan pertama saya bersama Honda di Valencia setiap malam sebelum tidur,” kata Quartararo.
Baca Juga: Anak Usia 8 Tahun Sudah Mengakses Layanan Konseling Jiwa, Kesepian Jadi Keluhan yang Banyak Muncul
Perpindahan tersebut sekaligus menjadi perubahan terbesar dalam kariernya di MotoGP. Sejak naik ke kelas premier, Quartararo selalu membela Yamaha.
“Ini akan terasa sedikit aneh karena sepanjang karier saya di MotoGP, saya selalu bersama Yamaha. Jadi, ini merupakan perubahan yang sangat besar,” lanjutnya.
Namun, Quartararo tidak ingin memasuki babak baru dengan ekspektasi yang berlebihan. Terlebih, Honda juga harus menghadapi tantangan teknis yang besar seiring perubahan regulasi MotoGP.
Mulai musim depan, kapasitas mesin MotoGP akan turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc. Perubahan besar lainnya adalah penggunaan ban Pirelli oleh seluruh tim.
Situasi tersebut membuat Quartararo memilih pendekatan realistis. Kepindahannya ke Honda tidak otomatis berarti motor tersebut langsung menjadi paket terbaik di lintasan.
“Bukan berarti ketika saya bergabung dengan Honda, motornya langsung menjadi yang terbaik. Kami tetap harus bekerja, melakukan penyesuaian, lalu berkembang setahap demi setahap,” ujarnya.
Kini, Quartararo berada di persimpangan penting dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun bersama Yamaha dan melewati masa sulit, dia akan memasuki era baru MotoGP dengan pabrikan berbeda.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan