Oleh: Rahayu Dwi Utami
(Mahasiswa S3 PAUD Universitas Negeri Jakarta)
SUMUTPOS.CO-Di era modern ini, pengasuhan anak semakin dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dalam mendidik mereka untuk menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Konsep disiplin positif berbeda dengan disiplin konvensional pada umumnya yang lebih mengutamakan pada pemberian hukuman. Disiplin positif dianggap lebih efektif daripada metode hukuman tradisional. Disiplin positif lebih mengajarkan pada suatu tindakan untuk anak lebih berkembang pada keterampilan sosial dan kecakapan hidupnya. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah pentingkah disiplin positif dalam perkembangan anak usia dini?
Disiplin positif, yang berfokus pada pemberian pengertian dan bimbingan yang penuh kasih sayang, bukanlah konsep baru. Namun, semakin banyak orang tua dan pendidik yang mulai mengenal dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin positif menekankan pada penguatan perilaku baik anak dengan cara yang mendidik dan menghindari hukuman fisik atau verbal yang dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak ataupun pendidik.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis yang berjudul: Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Media Interaktif untuk Meningkatkan Disiplin Positif Anak Usia Dini menunjukkan bahwa disiplin positif sangat penting untuk perkembangan anak usia dini. Pada usia dini, anak sedang membangun pemahaman tentang komunikasi dan kerja sama.
Disiplin positif membantu mereka memahami bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi, namun tanpa rasa takut atau tertekan. Selain itu dengan didukung menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis media interaktif terbukti efektif untuk meningkatkan disiplin positif anak usia dini.
Manfaat Disiplin Positif bagi Anak Usia Dini
Penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA) menyatakan bahwa disiplin positif dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial yang lebih baik, mengurangi perilaku agresif dan meningkatkan rasa empati mereka terhadap orang lain (APA, 2019). Disiplin positif menghindari penggunaan hukuman fisik atau verbal, yang dapat menurunkan rasa percaya diri anak dan menciptakan ketakutan dalam hubungan antara anak dan orang tua (Gershoff, 2016).
Menurut National Association for the Education of Young Children (NAEYC), disiplin positif berfokus pada pengajaran dan bukan pada hukuman. Disiplin positif memungkinkan anak untuk belajar dari pengalaman mereka dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai pilihan dan konsekuensinya (NAEYC, 2020). Dalam hal ini, orang tua dan pendidik berperan sebagai panduan yang mengarahkan, bukan sebagai pengadil yang hanya memberi hukuman.
Penerapan Disiplin Positif di Rumah dan Sekolah
Para pendidik dan orang tua juga semakin menyadari pentingnya penerapan disiplin positif ini bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah. Salah satu bentuk penerapan disiplin positif ini dengan di dukung menggunakan media interaktif berbasis video animasi yang diberi judul “Kampung Binjai: Dengan Kerja Sama dan Komunikasi Kita Bisa” memudahkan guru dan orang tua memberikan pemahaman terkait konsep komunikasi dan kerja sama yang merupakan bagian dari disiplin positif pada aspek keterampilan sosial.
Hal ini senada dengan penuturan dari salah satu guru dan juga orang tua murid saat penulis melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa mereka berpikir anak hanya bisa disiplin dengan cara dihukum namun dengan adanya model kontekstual yang didukung dengan media interaktif maka anak-anak menjadi lebih muda untuk memahami konsep disiplin positif.
Namun, meskipun disiplin positif banyak memberikan manfaat, tetap ada tantangan dalam penerapannya. Salah satunya adalah kesabaran orang tua dan pendidik sebab Disiplin positif membutuhkan konsistensi dan keteguhan hati dalam memberi contoh, serta kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi perilaku anak yang terkadang menguji kesabaran.
Menurut Harvard University Center on the Developing Child, penerapan disiplin positif memerlukan pengertian tentang perkembangan anak dan bagaimana otak mereka berkembang pada usia dini. Anak-anak pada usia ini sedang mengembangkan kemampuan untuk mengontrol emosi mereka, sehingga teknik disiplin yang lembut dan penuh perhatian lebih efektif dibandingkan dengan hukuman yang keras (Harvard University, 2018).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, disiplin positif menjadi semakin penting dalam dunia pendidikan anak usia dini. Dengan mengedepankan pemahaman, kasih sayang, dan konsekuensi yang jelas, anak-anak tidak hanya belajar disiplin, tetapi juga mengembangkan karakter yang lebih baik dan hubungan yang sehat dengan orang di sekitarnya. (*)