Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dr Sutarto MSi: Dari Kampus ke Kursi Rakyat

Johan Panjaitan • Kamis, 25 September 2025 | 18:00 WIB
KOMPAK: Dr Sutarto MSi (kiri) bersama Dr Agus Marwan SIP MSi. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
KOMPAK: Dr Sutarto MSi (kiri) bersama Dr Agus Marwan SIP MSi. (ISTIMEWA/SUMUT POS)


Oleh: Dr Agus Marwan SIP MSi

Dalam arus politik Sumut yang terus berubah, muncul figur yang membawa pendekatan baru dalam kepemimpinan legislatif: Dr Sutarto MSi. Ia bukan hanya seorang politisi, tetapi juga seorang akademisi yang telah lama berkontribusi dalam dunia pendidikan dan pemikiran politik.

Dengan latar belakang sebagai dosen dan pemikir, Dr Sutarto dikenal sebagai sosok yang mengedepankan analisis tajam dan nilai-nilai pengabdian dalam setiap langkahnya.

Peralihan peran dari ruang kuliah ke ruang sidang DPRD bukan sekadar perubahan profesi, melainkan transformasi yang mencerminkan tekad untuk menghubungkan dunia ilmu dengan praktik kebijakan. Dari membentuk pemikiran mahasiswa, kini beliau turut membentuk arah pembangunan daerah melalui kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.

Tulisan ini bertujuan untuk menelusuri visi dan arah kepemimpinan politik Dr Sutarto MSi, serta menempatkannya dalam konteks tantangan dan harapan Sumut saat ini. Ditengah tuntutan akan transparansi, partisipasi dan pembangunan yang berkeadilan, sosok beliau menawarkan harapan akan politik yang berakar pada pemikiran, etika dan keberpihakan.


Jejak Akademik dan Pemikiran

Dr Sutarto MSi lahir di Kota Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 22 Februari 1962. Sejak usia muda, beliau telah menunjukkan ketekunan dalam menempuh pendidikan, yang kemudian membawanya merantau dan mengabdikan diri di Sumut. Di provinsi ini, beliau menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tinggi. Mulai dari sarjana hingga doktoral, dengan fokus pada bidang komunikasi dan ilmu sosial.

Puncak pencapaian akademiknya diraih saat beliau menamatkan studi doktoral pada Program Studi Komunikasi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Pilihan bidang ini mencerminkan komitmen beliau terhadap pengembangan komunikasi yang berlandaskan nilai-nilai keIslaman dan kebudayaan lokal.

Dalam dunia akademik, Dr Sutarto telah mengemban berbagai peran strategis. Ia pernah menjabat sebagai ketua Prodi Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Dharma Agung (UDA) dan sempat menjadi dekan FISIP di kampus tersebut.

Ia turut membentuk arah kebijakan dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial-politik Indonesia. Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai wakil rektor UDA, menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan dedikasi terhadap kemajuan institusi pendidikan tinggi.

Saat ini, Dr Sutarto masih aktif mengajar sebagai dosen pascasarjana di UDA. Sekaligus terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi dan kebijakan publik.

Kiprah akademiknya berpadu dengan pengalaman birokrasi dan politik, menjadikannya salah satu figur intelektual yang berpengaruh di Sumut.

Kontribusinya terhadap pengembangan ilmu politik dan demokrasi tercermin dalam berbagai forum ilmiah dan diskusi publik. Ia kerap menyoroti pentingnya demokrasi yang partisipatif, etika dalam berpolitik serta perlunya representasi rakyat yang autentik dalam proses legislasi. Bagi Dr Sutarto, politik bukan sekadar prosedur, melainkan ruang perjuangan gagasan yang berpihak pada kepentingan publik.

Dalam berbagai kesempatan akademik, ia menekankan pentingnya menjembatani dunia kampus dengan dunia kebijakan. Kampus, menurutnya, bukan hanya tempat belajar, tetapi juga arena pembentukan karakter dan kepemimpinan. Melalui pendidikan politik yang kontekstual dan kritis, ia mendorong lahirnya generasi muda yang sadar akan peran politik dalam perubahan sosial.

Bagi Dr Sutarto, kampus adalah tempat menanamkan nilai-nilai kejujuran, keberanian berpikir dan semangat kebangsaan. Kini, sebagai wakil jetua DPRD Sumut, ia membawa semangat itu ke ranah politik praktis, menjadikan ilmu dan nilai sebagai kompas dalam memimpin dan melayani masyarakat.


Titik Balik: Masuk ke Dunia Politik

Keterlibatan Dr Sutarto MSi dalam dunia politik bukanlah lahir dari ambisi pribadi. Melainkan tumbuh dari proses panjang yang berakar pada aktivisme dan pemikiran kebangsaan.

Sejak masa kuliah, ia aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sebuah organisasi yang menanamkan semangat nasionalisme, keberpihakan pada rakyat dan kesadaran ideologis yang kuat.

Pengalaman organisasional ini menjadi fondasi penting yang membentuk cara pandangnya terhadap politik sebagai ruang perjuangan, bukan sekadar arena kekuasaan.

Dr Sutarto kemudian menapaki jalur politik formal melalui PDI Perjuangan. Partai yang secara ideologis sejalan dengan nilai-nilai yang ia anut sejak muda.

Ditubuh PDI Perjuangan Sumut, ia dikenal sebagai figur yang konsisten, loyal dan memiliki komitmen tinggi terhadap perjuangan partai.

Langkah politiknya di PDI Perjuangan dimulai dari akar organisasi. Ia aktif membangun komunikasi lintas sektor, merawat kaderisasi dan memperkuat struktur partai di tingkat daerah.

Berkat ketekunan dan kapasitas intelektualnya, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis. Termasuk sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut selama beberapa periode.

Di internal partai, Dr Sutarto saat ini masih menjabat sebagai sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut. Sebuah posisi kunci yang menegaskan peran strategisnya dalam merumuskan arah politik, konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi partai.

Ia menjadi penghubung antara struktur pusat dan daerah, sekaligus motor penggerak dalam berbagai agenda politik dan sosial PDI Perjuangan di Sumut.

Langkah konkret menuju politik praktis terjadi saat PDI Perjuangan mempercayakan posisi DPRD Sumut kepadanya melalui mekanisme PAW, menggantikan anggota yang tersandung kasus hukum. Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan partai terhadap integritas dan kapasitas intelektual yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Ia pernah menjabat sebagai ketua DPRD Provinsi Sumut pada sisa masa jabatan periode 2019-2024, menggantikan almarhum Drs Baskami Ginting yang wafat pada Februari 2024.

Pengangkatan dan pengucapan sumpah jabatan dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumut pada 8 Mei 2024, menandai kepercayaan politik yang tinggi terhadap dirinya.

Pada Pemilu Legislatif tahun 2024, Dr Sutarto kembali terpilih sebagai anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan. Dalam periode baru ini, ia dipercaya mengemban tugas sebagai wakil ketua DPRD Sumut, melanjutkan kiprahnya dalam memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif serta menjaga stabilitas politik daerah.

Dengan latar belakang akademik yang kuat, termasuk gelar doktor di bidang Komunikasi Islam dari UIN Sumatera Utara serta pengalaman birokrasi dan kepemimpinan di dunia pendidikan tinggi, Dr. Sutarto dikenal sebagai figur yang mengedepankan dialog, integritas, dan kemajuan Sumut.

Peralihan dari dunia akademik ke panggung politik ini bukan sekadar pergantian peran, melainkan transformasi nilai. Ia membawa semangat kampus, berpikir jernih, beretika, dan berpihak, ke dalam ruang pengambilan keputusan publik. Sebuah titik balik yang menandai hadirnya politik yang berpikir dan berjiwa pengabdian.


Gaya dan Visi Kepemimpinan

Kepemimpinan Dr Sutarto MSi mencerminkan perpaduan antara kekuatan gagasan dan komitmen etis. Berangkat dari latar belakang akademik, ia membawa cara berpikir yang sistematis dan bernuansa ke dalam ruang politik. Bagi beliau, kekuasaan bukan tujuan, melainkan sarana untuk mewujudkan kebijakan yang berpihak dan berlandaskan nilai.

Dalam menjalankan tugas sebagai wakil ketua DPRD Sumut, Dr Sutarto menunjukkan komitmen terhadap demokrasi yang terbuka dan partisipatif. Ia mendorong kolaborasi lintas lembaga dan mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses pembangunan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang ia pegang teguh dalam setiap pengambilan keputusan.

Salah satu kekuatan utama dalam gaya kepemimpinan adalah kemampuannya menjembatani dunia akademik dengan dunia kebijakan. Ia memanfaatkan pendekatan berbasis data dan refleksi ilmiah untuk merumuskan kebijakan publik yang relevan dan berkelanjutan. Sinergi antara ilmu dan politik menjadi ciri khas yang membedakan kepemimpinannya.

Sebagai wakil ketua DPRD, Dr Sutarto MSi mengarahkan DPRD Sumut untuk menjadi mitra aktif dalam pembangunan daerah. Ia mendorong lembaga legislatif agar tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai penggagas solusi.

Dengan pendekatan yang kolektif dan kritis, Dr Sutarto berupaya memperkuat peran DPRD sebagai penjaga arah pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kepemimpinannya yang tenang namun tegas, serta kemampuannya menggabungkan pendekatan akademik dengan realitas politik, menjadikan Dr Sutarto sebagai salah satu tokoh yang dihormati di lingkungan partai maupun parlemen. Ia membuktikan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi ruang pengabdian yang menuntut nilai, ilmu dan keberpihakan.


Dampak dan Harapan

Pengangkatan Dr Sutarto MSi sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Sumut membawa semangat baru bagi dinamika politik dan pembangunan daerah.

Dukungan dan harapan mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Pj Gubernur Sumut Hassanudin yang menilai bahwa kehadiran Sutarto di jajaran pimpinan legislatif akan memperkaya arah kebijakan melalui kontribusi pemikiran yang tajam, reflektif dan strategis.

Sebagai seorang akademisi yang kini menduduki posisi penting dalam lembaga legislatif, Dr Sutarto menghadirkan harapan akan lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, berbasis ilmu pengetahuan, dan berakar pada nilai-nilai keadilan sosial.

Gaya kepemimpinannya yang terbuka dan kolaboratif mendapat respons positif dari masyarakat dan para pemangku kepentingan, mencerminkan antusiasme terhadap arah baru DPRD Sumut yang lebih inklusif dan progresif.

Dalam berbagai kesempatan, termasuk pidato resmi pasca pelantikan, Dr Sutarto menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan peran DPRD sebagai lembaga yang solid, inovatif dan kritis dalam mengawal pembangunan.

Ia menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidaklah ringan—mulai dari ketimpangan sosial, rendahnya partisipasi publik, hingga tuntutan reformasi birokrasi yang semakin kompleks.


Namun, ditengah tantangan tersebut, kepemimpinan Dr Sutarto diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang berbasis ilmu, nilai dan keberpihakan.

Transformasi DPRD menjadi lembaga yang lebih aktif dan solutif kini menjadi harapan bersama. Dibawah arahan para pimpinan, termasuk Dr Sutarto, DPRD Sumut diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi motor penggerak kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Lebih dari sekadar jabatan, perjalanan Dr Sutarto dari ruang kuliah ke panggung politik menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan dengan integritas, bahwa ilmu dapat menjadi landasan kekuasaan dan bahwa pengabdian dapat tumbuh dari refleksi yang mendalam.

Kepemimpinannya menjadi teladan bahwa perubahan yang bermakna dimulai dari keberanian untuk berpikir, berdialog dan bertindak dengan nilai.


Epilog

Perjalanan Dr Sutarto MSi dari dunia akademik menuju panggung politik bukan sekadar perubahan profesi, melainkan sebuah transformasi nilai. Ia menunjukkan bahwa kekuasaan dapat dijalankan dengan landasan pemikiran yang jernih dan komitmen terhadap kepentingan publik.

Dari ruang kuliah ke ruang sidang, ia membawa semangat reflektif dan etis ke dalam pengambilan keputusan politik.

Kiprahnya menjadi pengingat bahwa politik yang bermoral bukanlah utopia. Ia membuktikan bahwa integritas dan keberpihakan dapat menjadi prinsip utama dalam menjalankan amanah publik. Ditengah arus pragmatisme yang kerap mendominasi, gaya kepemimpinan Dr Sutarto menawarkan alternatif: politik yang berpikir, beretika dan berorientasi pada rakyat.

Tulisan ini bukan hanya merekam jejak seorang akademisi yang kini memimpin lembaga legislatif. Tetapi juga mengajak kita semua untuk terus mengawal arah politik yang sehat dan bermakna. Politik yang tidak hanya mengatur, tetapi juga menginspirasi. Politik yang tidak sekadar prosedural, tetapi juga menyentuh nurani.

Semoga semangat dan keteladanan Dr Sutarto MSi menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dan para pemimpin masa depan. Bahwa perubahan besar dimulai dari keberanian untuk berpikir, dari kesediaan untuk mendengar dan dari tekad untuk mengabdi dengan hati.(*)

(Penulis: Ketua Forum Masyarakat Literasi Indonesia, Alumni Program
Doktor Studi Pembangunan USU)

Editor : Johan Panjaitan