Oleh:Dr. (Cand) Alfi Syahri, S.Kep., Ns., M.K.M., Sp.Kep.MB
World Hospice and Palliative Care Day (WHPCD) yang diperingati pada 11 Oktober merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran global tentang perawatan paliatif. Tema untuk tahun 2025 adalah Achieving the Promise: Universal Access to Palliative Care.
Tema ini menekankan pentingnya mencapai akses universal terhadap perawatan paliatif bagi semua individu tanpa memandang status sosial atau ekonomi mereka. Tema ini juga mengingatkan kita pada resolusi yang diadopsi oleh World Health Assembly (WHA) sepuluh tahun lalu yang menyerukan perawatan paliatif sebagai bagian penting dari perawatan kesehatan yang komprehensif sepanjang kehidupan.
Lebih dari 60 juta orang di seluruh dunia, termasuk anak-anak dan orang dewasa, membutuhkan perawatan paliatif setiap tahunnya. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan akses ke layanan tersebut.
Sebagian besar penderita tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, tempat dimana perawatan paliatif masih sangat terbatas. Kesenjangan ini mencerminkan ketidaksetaraan global dalam akses terhadap layanan kesehatan yang layak, khususnya di negara-negara dengan sumber daya terbatas.
Perawatan paliatif tidak hanya mencakup pengelolaan rasa sakit, tetapi juga aspek emosional, sosial dan spiritual pasien yang seringkali terabaikan dalam sistem kesehatan yang lebih fokus pada penyembuhan fisik.
Perawatan yang komprehensif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penyakit terminal.
Meskipun demikian, keterbatasan sumber daya dan pelatihan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di negara-negara berkembang menjadi penghalang utama dalam pemberian perawatan yang sesuai.
Tema 'Achieving the Promise' bertujuan memperkuat komitmen global terhadap perawatan paliatif yang adil dan merata. Perawatan paliatif seharusnya tidak dipandang sebagai kemewahan bagi mereka yang mampu, tetapi sebagai hak dasar bagi setiap individu yang menghadapi penyakit terminal. Oleh karena itu, kebijakan yang memungkinkan perawatan paliatif tersedia di semua negara, termasuk negara dengan pendapatan rendah, sangat diperlukan.
Peningkatan pelatihan tenaga medis dan tenaga kesehatan, khususnya di negara-negara berkembang, sangat penting untuk mencapai tujuan ini. Pelatihan tersebut harus mencakup cara mengelola rasa sakit dan berkomunikasi dengan pasien serta keluarga mereka tentang perawatan yang tepat.
Pendidikan medis yang lebih komprehensif tentang perawatan paliatif harus dimasukkan dalam kurikulum pendidikan medis agar para profesional kesehatan dapat memberikan perawatan yang lebih manusiawi.
Worldwide Hospice and Palliative Care Alliance (WHPCA) berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan menggalang dukungan internasional untuk memperjuangkan akses perawatan paliatif. WHPCA bekerja sama dengan organisasi dan pemerintah untuk memastikan perawatan paliatif menjadi bagian integral dari sistem kesehatan global serta memberikan dukungan kepada negara-negara dengan keterbatasan sumber daya untuk mengurangi kesenjangan dalam penyediaan perawatan paliatif.
Negara-negara dengan sumber daya lebih banyak harus berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan negara-negara yang membutuhkan. Bukan hanya memberi bantuan, tetapi menciptakan sistem kesehatan yang inklusif.
Baca Juga: Bupati Batubara Tegaskan Dukungan Penuh, 3.000 Tenaga Kerja Siap Diserap KEK Sei Mangke
Tema WHPCD 2025 mengingatkan kita untuk terus berupaya mewujudkan akses universal terhadap perawatan paliatif, memastikan setiap individu dapat mengakhiri hidupnya dengan rasa nyaman dan dihormati. Saatnya bagi kita semua untuk bekerja bersama menciptakan dunia di mana perawatan paliatif dapat diakses oleh semua orang. (*)
(Penulis adalah dosen Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Deli Husada, mahasiswa Program Studi Doktor Keperawatan Universitas Airlangga, anggota Dewan Pengurus Pusat Himpunan Perawat Paliatif Indonesia dan dounder PalliApis Care)
Editor : Johan Panjaitan