MEDAN, SUMUT POS– Persaingan di segmen kendaraan niaga dan double cabin di Sumatera Utara kian memanas. Toyota melalui Auto2000 resmi meluncurkan Toyota New Hilux di Kota Medan, Rabu (15/7/2026), dengan membawa penyegaran pada sektor performa sekaligus mempertegas komitmen perusahaan terhadap pengembangan kendaraan elektrifikasi.
Peluncuran tersebut menjadi momentum bagi Toyota untuk memperkenalkan Hilux generasi terbaru yang kini dibekali mesin lebih bertenaga.
Tak hanya itu, Toyota juga memperkenalkan Hilux Battery Electric Vehicle (BEV) sebagai bagian dari strategi multi-pathway dalam menghadirkan berbagai pilihan teknologi kendaraan sesuai kebutuhan konsumen.
Baca Juga: SPBU Jalan Sisingamangaraja Medan Masih Alami Antrean Panjang
Sumatera Regional Business Division Head Auto2000 Biyouzmal mengatakan Toyota tetap mempertahankan tiga nilai utama yang selama ini melekat pada Hilux, yakni quality, durability, dan reliability.
Menurutnya, Hilux generasi kesembilan kini mengusung mesin diesel 2.8 liter VGT FTV yang mampu menghasilkan tenaga hingga 201 horsepower dengan torsi maksimum 500 Nm.
Peningkatan performa tersebut diharapkan mampu menunjang berbagai kebutuhan operasional pelanggan, mulai dari sektor perkebunan, pertambangan, konstruksi hingga bisnis lainnya.
"Di Hilux generasi terbaru ini, kami tetap berkomitmen terhadap kualitas Toyota dengan mengedepankan quality, durability, dan reliability. Kami menghadirkan mesin yang lebih tangguh dengan VGT FTV 2.8 liter yang menghasilkan tenaga 201 horsepower dan torsi 500 Nm," ujar Biyouzmal.
Ia optimistis kehadiran New Hilux dapat diterima masyarakat Sumatera Utara, mengingat kebutuhan kendaraan tangguh di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
“Auto2000 optimistis pasar kendaraan elektrifikasi di Sumatera Utara akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan,” pungkasnya.
Tak hanya menghadirkan kendaraan bermesin konvensional, Toyota juga memanfaatkan peluncuran ini untuk memperkenalkan Hilux Battery EV. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi multi-pathway Toyota yang menyediakan berbagai pilihan teknologi kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Area Regional Department Head Toyota Astra Motor Vincentius Dwi Tjahyo mengatakan setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga Toyota tidak hanya berfokus pada satu jenis teknologi.
"Kebutuhan pelanggan sangat beragam. Ada yang membutuhkan kendaraan hybrid, ada juga yang lebih cocok menggunakan Battery Electric Vehicle. Kebutuhan tersebut tidak hanya berasal dari kendaraan penumpang, tetapi juga mulai berkembang pada kendaraan komersial," kata Vincentius.
Menurut Vincentius, semakin banyak perusahaan, khususnya perusahaan multinasional, yang mulai beralih menggunakan kendaraan rendah emisi dalam operasional bisnisnya. Karena itu, Toyota berharap kendaraan listrik berbasis baterai dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera.
Meski demikian, kendaraan hybrid masih menjadi tulang punggung penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota di Sumatera Utara. Saat ini sekitar 70 persen penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota di wilayah tersebut berasal dari model hybrid, dengan angka yang hampir sama di Kota Medan.
"Ini menunjukkan hybrid sangat diminati pelanggan kami. Penjualannya masih didominasi Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Toyota Yaris Cross Hybrid," ujarnya.
Sementara untuk kendaraan listrik murni, Toyota mencatat perkembangan yang terus meningkat. Secara nasional, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai Toyota telah menembus lebih dari 1.000 unit per bulan, dengan pangsa pasar yang terus bertumbuh.
"Kami melihat potensi pasar kendaraan listrik sudah mencapai lebih dari 1.200 unit per bulan. Kami berharap penjualan kendaraan listrik Toyota terus meningkat seiring semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi," katanya.
Vincentius mengatakan, strategi menghadirkan beragam pilihan kendaraan, mulai dari mesin konvensional, hybrid, kendaraan listrik murni hingga kendaraan komersial seperti All New Hilux, merupakan bentuk komitmen Toyota dalam memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mendukung percepatan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Pada kesempatan yang sama, Toyota juga mengumumkan harga resmi All New Toyota Hilux untuk wilayah Sumatera Utara. Harga kendaraan tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa karena dipengaruhi biaya distribusi dan komponen biaya lainnya.
Di Sumatera Utara, All New Toyota Hilux dipasarkan mulai Rp448,6 juta untuk varian Cab & Chassis (K) Manual, sedangkan varian tertinggi Double Cabin GR Sport (DV) dibanderol Rp1,03 miliar.
Selain itu tersedia pula varian Double Cabin E 4x4 Manual seharga Rp484,7 juta, Double Cabin G 4x4 Manual sebesar Rp515,8 juta, serta Double Cabin V 4x4 Automatic dengan harga Rp596,3 juta. (ila/ram)
Editor : Juli Rambe