TANGERANG, Sumutpos.jawapos.com– Dalam industri logistik, pertambangan, hingga perkebunan, waktu adalah uang. Ketika satu armada berhenti beroperasi akibat gangguan teknis, dampaknya tak hanya menghambat distribusi, tetapi juga menggerus produktivitas dan meningkatkan biaya operasional. Menjawab tantangan tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meluncurkan ekosistem layanan Next Generation Zero Down Time (ZDT) pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), Rabu (5/8/2026).
Mengusung pendekatan yang lebih proaktif, Mitsubishi Fuso mengubah paradigma layanan purnajual. Jika sebelumnya perbaikan dilakukan setelah kendaraan mengalami kerusakan, kini perusahaan mengedepankan teknologi yang mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini sehingga armada tetap beroperasi optimal dan risiko berhenti di tengah aktivitas dapat ditekan semaksimal mungkin.
Baca Juga: Gen Z Kembali Ramaikan Bioskop, Jadi Penonton Terbesar Era Digital
Next Generation Zero Down Time merupakan evolusi dari konsep Zero Down Time yang pertama kali diperkenalkan Mitsubishi Fuso pada 2015. Setelah satu dekade dikembangkan, layanan ini hadir dengan ekosistem yang lebih komprehensif melalui integrasi teknologi digital, penguatan jaringan purnajual, hingga pendampingan teknis langsung di lokasi operasional pelanggan.
Salah satu inovasi utama adalah pemanfaatan Runner Telematics, sistem pemantauan kendaraan berbasis digital yang bekerja secara real time. Teknologi ini memungkinkan kondisi kendaraan terus diawasi, sekaligus mengidentifikasi potensi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan serius. Dengan demikian, waktu henti operasional (downtime) dapat ditekan, sementara Total Cost of Ownership (TCO) pelanggan menjadi lebih efisien.
Tidak berhenti pada teknologi, Mitsubishi Fuso juga menempatkan dedicated on-site Advisor di area operasional pelanggan dengan armada besar (fleet). Kehadiran tenaga ahli ini memungkinkan proses diagnosis, konsultasi, hingga penanganan teknis dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu kendaraan masuk bengkel.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Mitsubishi Fuso memperluas jaringan hub suku cadang di berbagai kawasan industri strategis. Ketersediaan spare part yang lebih dekat dengan lokasi operasional pelanggan diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus menjaga kelancaran aktivitas bisnis.
Transparansi layanan pun turut menjadi perhatian. Melalui fitur Geofence Clock In & Clock Out, pelanggan dapat mengetahui secara akurat waktu mulai hingga selesai pengerjaan servis, sehingga setiap proses perawatan berlangsung lebih terukur dan akuntabel.
Seluruh inovasi tersebut diperkuat oleh jaringan purnajual Mitsubishi Fuso yang kini mencakup 19 Bengkel 24 Jam Non-Stop yang beroperasi sepanjang tahun, 135 Mobile Workshop Service (MWS), serta 22 Parts Depo yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung layanan cepat bagi pelanggan di berbagai sektor industri.
Selain itu, Mitsubishi Fuso menghadirkan program ASS Tailor-Made, solusi layanan yang dirancang sesuai karakteristik operasional setiap pelanggan. Program ini meliputi pengembangan bengkel pelanggan dengan standar Mitsubishi Fuso hingga penerapan fuel cleaning system sebagai langkah antisipasi terhadap penggunaan bahan bakar B50.
Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, menegaskan bahwa Zero Down Time kini telah berkembang menjadi standar baru dalam layanan kendaraan niaga.
"Zero Down Time bukan sekadar slogan layanan purnajual, melainkan standar baru kepastian operasional yang kami berikan kepada konsumen. Dengan dukungan jaringan layanan terluas, tenaga ahli di lapangan, dan pemantauan telematika yang makin pintar, Mitsubishi Fuso siap terus menjadi Andalan Bisnis Sejati di era transformasi digital industri kendaraan niaga," ujarnya.
Baca Juga: MUI Usulkan Istilah LGBT Diganti LGSP, Aktivis HAM Soroti Risiko Stigma
Sebagai bagian dari penguatan layanan, Mitsubishi Fuso juga meresmikan dua FUSO Service Center baru sepanjang 2026. Fasilitas ini dibangun di kawasan pertambangan dan perkebunan, sehingga penanganan kendala teknis dapat dilakukan langsung di lokasi operasional tanpa harus mengeluarkan kendaraan dari area kerja.
Melalui strategi tersebut, Mitsubishi Fuso tidak hanya menawarkan layanan purnajual, tetapi juga membangun ekosistem yang berorientasi pada pencegahan, kecepatan penanganan, dan efisiensi operasional. Di tengah meningkatnya tuntutan produktivitas sektor industri, Next Generation Zero Down Time menjadi jawaban Mitsubishi Fuso untuk memastikan armada pelanggan tetap bergerak, bisnis terus berjalan, dan potensi kerugian akibat kendaraan berhenti dapat ditekan seminimal mungkin.(ari/han)
Editor : Johan Panjaitan