Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Tiga Pilar Strategi Baru Orangtua Mengasuh Anak di Era Digital

Johan Panjaitan • Minggu, 3 Agustus 2025 | 14:20 WIB
ILUSTRASI;  Seorang anak didampingi kedua orangtuanya bermain hp.
ILUSTRASI; Seorang anak didampingi kedua orangtuanya bermain hp.

Sumutpos.jawapos.com-Di tengah derasnya arus digital, peran orang tua dalam mendidik anak telah mengalami pergeseran yang signifikan. Mengasuh anak kini bukan lagi sekadar soal kasih sayang dan kedisiplinan, tetapi juga tentang membimbing mereka menghadapi dunia digital yang kompleks.

Era teknologi telah memengaruhi cara anak belajar, berinteraksi, dan bahkan membentuk identitas diri melalui perangkat digital. Karena itu, hadir konsep baru dalam pola asuh bernama digital parenting—sebuah strategi yang tidak hanya melarang, tetapi mengarahkan anak dalam menggunakan teknologi secara sehat, kritis, dan produktif.

Dikutip dari laman Childandfamilydevelopment dan Childrenandscreens, ada tiga pilar utama dalam digital parenting yang perlu diperhatikan oleh setiap orangtua: batasan screen time, pendidikan literasi digital, dan komunikasi emosional yang sehat.

1. Tetapkan Batasan Screen Time
Mengelola durasi anak dalam menggunakan layar tidak hanya soal membatasi, tapi juga menciptakan pola penggunaan yang seimbang layaknya “digital diet”. Anak perlu memiliki waktu untuk beraktivitas fisik, belajar tanpa gawai, dan tidur cukup.

Tips:

Buat jadwal harian penggunaan gadget.

Libatkan anak saat membuat aturan agar mereka merasa dihargai.

2. Terapkan Zona Bebas Gadget
Menetapkan area tanpa perangkat elektronik seperti meja makan atau kamar tidur, serta memberlakukan waktu bebas layar menjelang tidur, membantu anak menjaga kualitas tidur, koneksi emosional, dan memperkuat komunikasi keluarga.

3. Ajarkan Literasi Digital & Berpikir Kritis
Anak perlu dilatih untuk memilah informasi, mengenali konten palsu, dan berpikir kritis terhadap apa yang mereka konsumsi di dunia maya. Hal ini akan membentuk karakter anak yang bijak dan bertanggung jawab secara digital.

Langkah Praktis:

Diskusikan berita atau konten viral bersama anak.

Tunjukkan cara memverifikasi informasi secara mandiri.

Baca Juga: PW MDI Sumut Tegaskan Dukungan ke Musa Rajekshah untuk Pimpin Kembali DPD Golkar Sumut 2025–2030

4. Bangun Kecerdasan Emosional
Penting bagi orang tua membantu anak memahami dan mengelola emosinya ketika berhadapan dengan konten digital. Tanyakan perasaan mereka setelah melihat video atau postingan, dan bantu mereka menamai emosi dengan tepat.

5. Libatkan Diri Sebagai Teladan
Anak meniru lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Kurangi penggunaan gadget saat bersama anak, agar mereka belajar dari contoh langsung, bukan hanya aturan.

Digital parenting bukan tentang menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membekali mereka dengan keterampilan untuk bersikap bijak, kritis, dan seimbang dalam penggunaannya. Dengan menerapkan batas layar, membangun literasi digital, dan membina komunikasi emosional yang sehat, orang tua dapat membentuk generasi yang melek teknologi sekaligus stabil secara psikologis.(bbs/han)

Editor : Johan Panjaitan
#anak #digital #belajar #orangtua #karakter