Sumutpos.jawapos.com-Mendidik anak agar mampu bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan sejak dini adalah bekal hidup yang sangat berharga. Namun, menciptakan anak yang terbiasa membersihkan mainannya sendiri bukanlah hal yang terjadi secara alami. Perlu strategi khusus dari orang tua.
Menurut Diane Quintana, seorang professional organizer, orangtua bisa melatih anak agar bertanggung jawab terhadap barang-barangnya melalui pendekatan yang menyenangkan dan sistematis.
“Semakin dini anak diajarkan mengontrol kekacauan mainan, semakin baik untuk perkembangan disiplin mereka di masa depan,” ujarnya.
Dilansir your tanggo, berikut 4 strategi yang dilakukan oleh orangtua yang berhasil menumbuhkan kebiasaan rapi pada anak-anak mereka:
1. Memberi Label Gambar pada Tempat Mainan
Langkah pertama agar anak mau membereskan mainan sendiri adalah mempermudah sistem penyimpanannya. Gunakan label bergambar dan tulisan pada wadah mainan.
Misalnya, gambar balok untuk tempat balok, boneka untuk tempat boneka. Visualisasi ini membantu anak memahami tempat mana yang sesuai, dan juga memudahkan pengasuh atau teman anak saat ikut merapikan.
Riset menyebutkan, penggunaan label visual membantu anak membangun rutinitas, keterampilan mengorganisir, dan rasa tanggung jawab sejak usia dini.
2. Batasi Jumlah Mainan yang Tersedia
Terlalu banyak pilihan justru membuat anak bingung dan malas merapikan. Solusinya, rotasi mainan — keluarkan hanya dua atau tiga permainan dalam satu waktu, dan tukar setiap beberapa minggu sekali.
Studi dari University of Toledo menemukan bahwa anak yang memiliki lebih sedikit mainan justru memiliki daya fokus lebih panjang, lebih kreatif, dan lebih menghargai barang miliknya.
3. Jadikan Beres-Beres Sebagai Permainan
Alih-alih menyuruh, ajak anak bermain sambil merapikan. Contohnya: “Yuk, cari dan masukkan semua balok sebelum lagu ini selesai!” atau “Ayo lempar boneka ke keranjang kayak pertandingan!”
Tujuannya bukan hasil sempurna, tapi membuat aktivitas ini menyenangkan. Jangan langsung mengkritik hasilnya di depan anak karena bisa membuat mereka malas mencoba lagi.
Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan dapat meningkatkan kontrol diri, perkembangan kognitif, dan kemampuan memecahkan masalah pada anak.
4. Buat Rutinitas Harian yang Konsisten
Kebiasaan tidak akan terbentuk tanpa konsistensi. Jadikan aktivitas merapikan mainan sebagai bagian dari rutinitas harian, misalnya sebelum makan malam atau sebelum tidur.
Untuk menjaga semangat, sesekali berikan reward kecil atas usaha anak. Misalnya jalan-jalan ke taman, memilih menu makan malam favorit, atau bermain bersama lebih lama.
Buku anak seperti Suzie’s Messy Room dan Benji’s Messy Room juga menggambarkan pentingnya penghargaan setelah anak menyelesaikan tanggung jawabnya.(han)
Editor : Johan Panjaitan