sumutpos.jawapos.com - Sadar atau tidak, nyatanya anak-anak cenderung lebih sering mengalami mimisan dibandingkan dengan orang dewasa. Kenapa bisa terjadi?
Jawaban soal mimisan ini cukup sederhana, yakni pembuluh darah yang terdapat di dalam hidung anak-anak lebih rapuh, tipis, dan mudah pecah jika dibandingkan dengan orang dewasa.
Beruntungnya, sebagian besar mimisan yang terjadi pada anak-anak bukanlah sebuah pertanda terjadinya sesuatu atau penyakit serius.
Bahkan, Mmmimisan pada anak juga cenderung lebih mudah untuk dihentikan dan diobati di rumah.
Baca Juga: Tujuh Bulan Pasca musda, SK DPD Golkar Sumut Belum Terbit, Ahmad Doli: Tinggal Menunggu Waktu Ketua
Melansir Kids Health, Rabu (5/8/2026), mimisan dibagi menjadi dua jenis, yakni anterior dan posterior. Anterior menjadi jenis mimisan yang paling umum terjadi pada anak.
Mimisan anterior ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah kecil atau kapiler di dalam hidung.
Adapun mimisan posterior cukup jarang terjadi pada anak. Mimisan posterior ini berasal dari bagian paling dalam hidung.
Mimisan posterior umum dialami oleh orang tua dengan tekanan darah tinggi, juga yang pernah cedera hidung.
Baca Juga: Transparansi Festival Bunga dan Buah Karo Dipertanyakan, Tender Sempat Dua Kali Dibatalkan
Berikut penyebab anak sering mimisan yang wajib diketahui oleh orang tua:
1. Iklim kering
Pada saat udara yang ada di dalam ruangan menjadi lebih panas, anak menjadi lebih mudah terkena mimisan.
Kondisi iklim yang kering ini dapat menyebabkan dehidrasi akut yang juga dapat berpotensi menyebabkan anak mimisan.
Selain itu, selaput hidung dapat mengalami iritasi atau bahkan menjadi lebih kering.
Baca Juga: Coffee Morning Kejari Binjai Perkuat Sinergi dengan Media, Tekankan Peran Strategis Tangkal Hoaks
Kondisi tersebut dapat menyebabkan tumbuhnya kerak dalam hidung yang mengganggu atau disertai rasa gatal, sehingga mendorong anak untuk menggaruknya dan menyebabkan pendarahan.
2. Cedera
Pada saat anak-anak mengalami cedera, terutama jika terkena hidung, mimisan dapat terjadi pula.
Cedera pada hidung akibat benturan atau terjatuh dapat menyebabkan pembuluh darah di dalam rongga hidung robek dan menyebabkan perdarahan.
Mimisan yang terjadi karena cedera hidung patut diwaspadai, terutama jika mimisan terjadi terus menerus setelah 30 menit.
Pasalnya, kondisi ini juga bisa menjadi sebuah pertanda kondisi kesehatan yang lebih fatal, seperti terjadinya patah pada tulang hidung.
3. Pilek
Mungkin masih banyak orang tua yang tidak menyadari jika pilek ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan pada anak.
Mimisan tersebut dapat terjadi karena iritasi yang terdapat pada lapisan hidung.
Kondisi ini, salah satunya karena seringnya membuang ingus pada saat pilek. Mimisan akan lebih sering jika pilek terjadi pada saat cuaca dingin.
4. Alergi
Alergi juga menjadi penyebab mimisan yang terjadi berulang-ulang.
Kondisi ini diperparah jika penderita alergi mengkonsumsi obat-obatan untuk mengobati hidung gatal, berair, atau tersumbat, seperti dekongestan, antihistamin atau obat anti alergi.
Obat-obatan ini dapat menyebabkan keringnya selaput hidung yang dapat menyebabkan mimisan.(lin)
Editor : Redaksi