REKTOR Institut Kesehatan Helvetia Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi mengutarakan bahwa wisudawan merupakan agen perubahan yang memegang kunci untuk membangun masa depan yang lebih sehat bagi kita semua.
''Saudara adalah generasi baru tenaga kesehatan yang memiliki keunggulan dalam teknologi, komunikasi, dan kolaborasi lintas batas. Saudara memiliki kemampuan untuk memanfaatkan inovasi baru dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan akses, meningkatkan kualitas, dan mengurangi disparitas dalam layanan kesehatan,'' ungkap rektor saat mewisuda 297 lulusan perguruan tinggi tersebut di Gedung Selecta Medan, Selasa (5/3).
Wisuda ini dihadiri ketua dan para anggota senat Institut Kesehatan Helvetia, dekan, ketua program studi, dosen serta keluarga wisudawan. Hadir Pembina Yayasan Helvetia Dr dr Razia Begum Suroyo MKes, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD.
Turut hadir Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Supriyanto SP MSi, Ketua Asosiasi Badan Penyenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM dan undangan lainnya.
Rektor mengingatkan tentang tantangan global yang semakin kompleks di bidang kesehatan. ''Sebagai lulusan tenaga kesehatan yang berbakat dan berdedikasi, memiliki potensi besar untuk membuat perbedaan yang signifikan,'' tegasnya.
Lulusan perguruan tinggi, lanjut rektor, harus berperan aktif membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. ''Jadilah pembela hak-hak kesehatan masyarakat, katalisator perubahan positif, dan agen perubahan yang berani di masyarakat,'' katanya.
Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi menambahkan bahwa Institut Kesehatan Helvetia fokus menjadi institusi pendidikan tinggi bidang kesehatan berbasis riset sains dan teknologi yang unggul pada tahun 2035. Hal ini sejalan dengan tren dalam dunia pendidikan dan kesehatan seperti integrasi teknologi dalam pembelajaran, kesehatan mental mahasiswa, pendidikan inklusif dan penelitian kesehatan masyarakat.
Dibagian lain, rektor menerangkan bahwa Yayasan Helvetia komit memfasilitasi lima rumah sakit besar di Kota Medan, dan sedang dipersiapkan pembangunan rumah sakit gigi dan mulut. ''Ini bertujuan agar mahasiswa terampil dan berpikir kritis sehingga siap bekerja di masyarakat.
Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi juga melaporkan fakultas kedokteran sudah memulai kegiatan perkuliahan. Kemudian telah terbit izin penyelenggaraan program studi fisioterapi, persiapan visitasi pembukaan fakultas kedokteran gigi dan pengajuan rencana pembukaan program doktor kesehatan masyarakat.
Pada wisudawan, rektor berpesan untuk terus belajar. ''Orang sukses selalu mempunyai motivasi belajar tinggi. Sementara ilmu pengetahuan akan terus berkembang mengikuti arus zaman,'' ujarnya. (dmp)
Editor : Redaksi