MEDAN,SUMUTPOS.CO - Standing Committee on Reproductive Health Including AIDS Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (SCORA PEMA FK USU) menggelar acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), dengan tema, Mothers, 'Maternal Health and Wellness', di UPT Puskesmas Bandar Khalipah, Deliserdang, pada Sabtu (15/6) lalu.
Acara tersebut dihadiri, 40 orang peserta ibu hamil yang berdomisili di sekitar Bandar Khalipah, Deliserdang, Dosen Pembina SCORA PEMA FK USU, dr Sri Amelia, Pemateri yang juga Dosen dari Departemen Ilmu Gizi FK USU dan Staf Ahli Dekan FK USU, Nenni Dwi Aprianti Lubis, SP MSi, Pemateri sekaligus Dosen dari Departemen Obgyn FK USU, Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja MKed(OG) SpOG(K), perwakilan dari UPT Puskesmas Bandar Khalipah, Deliserdang, Ketua Panitia acara, Samuel Bodewyn Maapi Warouw, serta mahasiswa dan mahasiswi yang terlibat sebagai panitia acara dan juga tergabung di SCORA PEMA FK USU.
Ketua Umum SCORA PEMA FK USU, Muhammad Abrar Haidar Gunawan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan sebagai penyuluhan kesehatan untuk ibu hamil. Karena, berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), yaitu sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129.
Sementara itu, lanjutnya, untuk
kematian bayi pada 2022 sebanyak 20.882 dan pada tahun 2023 tercatat 29.945.
Kematian bayi banyak disebabkan oleh bayi berat lahir rendah (BBLR) atau
prematuritas dan asfiksia. BBLR terjadi ketika bayi lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram dan biasanya dialami bayi prematur yang dilahirkan kurang dari masa kehamilan 37 minggu.
"Salah satu penyebab utama dari permasalahan itu, adalah rokok dan asap
rokok yang dapat berdampak buruk pada kehamilan. Ibu hamil yang merokok serta terpapar asap rokok lebih berisiko tinggi mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan cacat lahir," kata Abrar kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (27/6).
Dijelaskannya, kegiatan tersebut, berupa olahraga yoga untuk ibu hamil, agar para ibu tersebut dapat fokus dan segar dalam mengikuti acara hingga selesai.
Kemudian, sambung Abrar, dilanjutkan penyuluhan terkait gizi pada masa kehamilan oleh Pemateri yang juga Dosen di Departemen Ilmu Gizi FK USU, Nenni Dwi Aprianti Lubis, SP MSi. "Setelah itu kegiatan, ice breaking mitos fakta, yakni terkait mitos-mitos dan fakta-fakta dari ibu hamil yang familiar di masyarakat," imbuhnya.
Lalu, tambahnya lagi, kegiatan penyuluhan kembali oleh Pemateri, Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja MKed(OG) SpOG(K), terkait pentingnya pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dan Antenatal care secara berkala, serta gambaran asap rokok bagi ibu hamil.
"Setelah itu, kami juga mengadakan kuis melalui Website Quizizz, untuk mendapatkan juara 1, 2 dan 3 dan diberikan hadiah. Lalu, melakukan pemeriksaan USG dan Antenatal care bagi peserta ibu hamil secara bergantian. Kemudian memberikan obat berupa tablet zat besi dan asam folat gratis. Alhamdulillah, sambutan dari pesertanya sangat antusias," ujarnya.
Abrar mengungkapkan, sebelum mengadakan acara HTTS, pihaknya juga telah melaksanakan acara pre event. "Acara ini berupa edukasi dan liputan terkait ibu hamil yang diupload di Instagram (Ig) SCORA PEMA FK USU," tandasnya. (dwi)
Editor : Redaksi