MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tim Hy-Patriot Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2024 melaksanakan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Mamiyai Medan pada Bulan Mei hingga Juni 2024. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengedukasi anak-anak Panti Asuhan Mamiyai dalam mencegah demam tifoid.
Sasaran dalam kegiatan PKM ini ialah anak-anak yang berada pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berjumlah 21 orang. Dalam pencegahan demam tifoid ini, Tim Hy-Patriot yang terdiri dari Hiskia MK Sihite (Fakultas Kesehatan Masyarakat), M Dzaky Haka (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Ririn Marsela Siregar (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Theofany Dwiyanty Situmorang (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dan Ezra Azarya Simanjuntak (Fakultas Farmasi) didampingi dosen Winni RE Tumanggor SKM MPH, mempunyai inovasi yang menarik yaitu Fast-Paced Discard Game dan pembuatan Homemade Hand Sanitizer.
Winni RE Tumanggor SKM MPH menjelaskan, Fast-Paced Discard Game merupakan suatu inovasi media pembelajaran kesehatan yang dikemas dalam bentuk permainan kartu yang dapat mengedukasi sekaligus menghibur penggunanya. "Permainan kartu ini berlangsung dengan cepat, dimana pemain harus membuat keputusan secepat mungkin tanpa banyak waktu untuk berpikir. Permainan ini memuat informasi seputar kesehatan dan personal hygiene sebagai upaya pencegahan demam tifoid," jelasnya.
Sedangkan Homemade Hand Sanitizer, lanjut Hiskia, merupakan cairan pembersih tangan yang disiapkan secara manual menggunakan bahan bahan yang umumnya tersedia di rumah yaitu alkohol, jeruk nipis, lidah buaya, dan air. "Adapun fungsi dari Homemade Hand Sanitizer ini sebagai pembersih tangan berbentuk cairan untuk menghambat pertumbuhan kuman yang dapat digunakan secara praktis," jelasnya lagi.
Inovasi tersebut, sebut Winni, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak Panti Asuhan Mamiyai Medan mengenai pencegahan demam tifoid serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak panti asuhan tentang personal hygiene dan pembuatan Homemade Hand Sanitizer.
Tim juga melakukan pelatihan kepada mitra menggunakan metode ToT (Training of Trainers) dengan memilih anak panti yang aktif berkontribusi selama pelaksanaan program sebagai pengajar kepada teman-temannya yang lain, bahkan adik kelas lainnya, sehingga program dapat terus berlanjut setelah PKM berakhir.
"Melalui program ini, anak Panti Asuhan Mamiyai Medan diharapkan dapat menjadi anak-anak dengan jiwa pahlawan yang memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan serta menjadi promotor kesehatan di lingkungan sekitarnya," pungkasnya. (rel/adz)
Editor : Redaksi