Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik USU Buat Bahan Bakar Alternatif (E-Bio) dari Sampah Sayuran Hasil Pertanian Menggunakan Alat Distilator

Admin SP • Kamis, 19 September 2024 | 21:48 WIB
Para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU, kepala desa, dan masyarakat Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, foto bersama usai mengikuti kegiatan penyuluhan.
Para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU, kepala desa, dan masyarakat Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, foto bersama usai mengikuti kegiatan penyuluhan.

DESA SEMPAJAYA, SUMUTPOS.CO- Dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakandengan skema ekonomi dan sosial Lembaga Pengabdian dan Pelayanan Kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM-USU) yang diputuskan untuk dilaksanakan di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (15/9).

Pengabdian ini diketuai Dr. Ir. Bambang Trisaksi, M.Si., dengan anggota Muhammad Hendra Sahputra Ginting S.T., M.T., Farida Hanum, S.T., M.T, dan Dr. Ir. Taslim, M.Si, IPM dengan dibantu dua orang mahasiswa S-1 Fakultas Teknik USU, yakni Rafael Aginta Sitepu dan Vandria Alamsyah.

Pada pengabdian yang mengangkat judul “Pembuatan Bahan Bakar Alternatif (e-Bio) dari Sampah Sayuran Hasil Pertanian Menggunakan Alat Distilator di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo” tersebut, para dosen dan mahasiswa memberi penyuluhan pemanfaatan sampah sayuran hasil pertanian yang tidak layak jual.

“Selama ini, sampah tersebut hanya di buang begitu saja ke tempat penampungan akhir (TPA). Hal ini menimbulkan masalah lingkungan berupa potensi dihasilkan gas rumah kaca seperti metana yang di release ke udara,” kata Ketua Tim Pengabdian Dr. Ir. Bambang Trisaksi, M.Si.

Selain itu, lanjut Bambang, bau menyengat juga merupakan hal yang sangat serius sebagai akibat dari pembuangan sampah tersebut. Oleh karena itu, Bambang berharap, melalui pengabdian ini dapat menghadirkan solusi untuk metode pengolahan sampah sayuran hasil pertanian berupa kentang, tomat, wortel, sawi, kubis dan sayuran lainnya menjadi produk yang bernilai jual (e-Bio) dengan peralatan yang sederhana dan mudah dioperasikan. Sisa padatan dari fermentor dapat diolah menjadi pupuk organik.

“Limbah sayuran hasil pertanian biasanya dipandang hanya sebagai limbah saja. Namun apabila diolah, bisa dipakai sebagai penghasil bioetanol atau e-bio yang dapat digunakan warga sekitar. Jadi, kegiatan ini bukan hanya untuk mengurangi limbah, tapi juga memberikan edukasi kepada warga sekitar mengenai pemanfaatan dari limbah tersebut sebagai penghasil energi yang ramah lingkungan” ungkap Dr. Ir. Bambang Trisaksi, M.Si.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang baru saja diselenggarakan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya pengembangan energi alternatif. Acara tersebut dimulai dengan pemaparan materi yang komprehensif, memberikan wawasan mengenai potensi limbah yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan hasil biogas yang mengundang antusiasme masyarakat setempat.

Warga setempat sangat antusias mengikuti demonstrasi yang diperagakan mahasiswa fakultas teknik tersebut. Para anggota pengabdian juga mengajak warga setempat untuk ikut dalam mengunakan alat distilator tersebut.

“Selain kami memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan sampah sayuran hasil pertanian yang dapat dijadikan sebagai bioetanol atau e-bio, kami juga memberikan penyuluhan mengenai pembuatan pupuk kompos yang diharapkan dapat membantu perekonomian warga sekitar,” jelas Bambang lagi.

Sementara Kepala Desa Sempajaya mengharapkan, dengan adanya kegiatan yang dilakukan dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU ini, bisa memberikan wawasan yang baru bagi warga setempat. “Mengingat masih sangat jarang teknologi semacam ini digunakan di lingkungan kami. Oleh karena itu, kami sangat berharap bahwa melalui pengabdian ini, perekonomian warga dapat meningkat dan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah semakin bertambah," ujarnya.

Dia menilai, program ini tepat sasaran karena banyaknya bahan baku di daerah tersebut. “Melalui penyuluhan yang diberikan oleh tim USU, diharapkan warga dapat mengolah limbah sayuran hasil pertanian menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan perekonomian masyarakat setempat, serta mengurangi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan,” pungkasnya. (rel/adz)

Editor : Redaksi
#Fakultas Teknik USU