MEDAN, SUMUTPOS.CO - Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar pengukuhan gelar kepada wisudawan Periode Kedua Tahun Akademik 2024/2025, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka. Berlangsung secara hybrid di Auditorium USU dan penayangan streaming YouTube, pada Jumat-Sabtu, 7-8 Februari 2025.
Pada periode ini, USU meluluskan 1.757 wisudawan dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan. Dengan tambahan ini, total jumlah lulusan USU hingga saat ini mencapai 265.036 orang, yang telah berkiprah di berbagai bidang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam pidatonya bertema "Pendidikan Mengajarkan Cara Berpikir dan Belajar Memberi Solusi", Rektor USU, Prof Muryanto Amin, menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi mereka. Dia menekankan, keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam kehidupan.
“Hari ini adalah momen bersejarah dalam kehidupan saudara-saudara sekalian. Gelar akademik yang diraih bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tapi juga amanah untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat dan bangsa,” ungkap Muryanto.
Sejalan dengan itu, Muryanto juga menekankan, para lulusan harus terus mengasah kemampuan mereka dan tidak hanya bergantung pada ijazah semata. Menurutnya, dunia kerja kini menuntut kreativitas, fleksibilitas, serta kecakapan dalam mengadaptasi perubahan.
“Kreativitas dan daya saing menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Saya berharap para wisudawan USU dapat terus berkembang dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing,” harapnya.
Acara wisuda ini tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik, tapi juga momentum untuk merefleksikan peran lulusan USU dalam dunia profesional. Muryanto juga mengingatkan, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tapi juga oleh karakter dan kemampuan dalam mengelola tantangan di dunia kerja yang kompetitif.
“Jangan takut gagal. Dari kegagalan, kalian akan belajar untuk bangkit dan menjadi lebih kuat,” pesannya.
Sebagai bagian dari komunitas akademik yang lebih luas, lulusan USU diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Muryanto mengingatkan para wisudawan, untuk tetap menjaga nama baik almamater dan terus berkontribusi bagi masyarakat.
“Sebagai alumni USU, kalian memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di sini,” ujar Muryanto.
Tidak lupa, Muryanto juga menekankan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang kini semakin mendominasi berbagai sektor industri. Dia mengingatkan para lulusan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga menciptakan inovasi yang dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Dunia kerja saat ini berubah dengan cepat. Jangan hanya menjadi penonton, tapi jadilah bagian dari perubahan. Manfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang baru,” imbau Muryanto.
Di antara ribuan wisudawan, satu yang turut merayakan momen ini adalah Dastin Naufal, lulusan dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU. Dia berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapinya selama masa perkuliahan. Sejak awal perkuliahan, Dastin harus menghadapi kendala jarak yang cukup jauh antara rumah dan kampus. Untuk mengatasinya, dia menerapkan strategi manajemen waktu yang ketat agar dapat menjalani kuliah dengan baik.
“Jarak rumah yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Tapi dengan manajemen waktu yang baik, saya selalu berusaha datang lebih awal dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik,” tutur Dastin.
Dastin juga berbagi pengalaman berkesan selama kuliah. Satu di antaranya adalah kesempatan untuk pergi ke Bengkulu bersama dosen, dalam sebuah proyek akademik. Sebagai penutup, dia pun memberikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studinya.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan pengalaman seperti ini. Selain menambah wawasan, saya juga bisa membangun relasi dengan para profesional di bidang akuntansi,” jelas Dastin.
Dengan semangat dan pencapaian para lulusan, diharapkan mereka dapat menjadi generasi pemimpin masa depan yang inovatif dan siap menghadapi tantangan global. (rel/saz)
Editor : diar sudiarman