Sumutpos.jawapos.com-Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR mencetak sejarah. Ia menjadi alumni Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah yang pertama meraih profesor pada perguruan tinggi tempatnya pernah kuliah di jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2).
Lulusan terbaik World Class Universiti Sultan Zainal Abidin (UNiSZA) Malaysia dengan peringkat Graduate On Time (GOT) menyelesaikan program Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam waktu dua tahun.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR menjadi guru besar sejak 25 Juni 2025 pada perguruan tinggi yang memiliki akreditasi institusi unggul tersebut. Menjadi guru besar, Prof. Sutikno, S.Pd., MPd., Ph.D., CIQaR berharap tridharma perguruan tinggi sebagai ujung tombak mencerdaskan kehidupan bangsa haruslah selaras dengan pengajaran dan pengetahuan yang dilakukan. Sehingga dapat bermanfaat dan berdampak dalam membentuk komunitas masyarakat yang berprilaku, berpengetahuan dan beradab mulia.
Kepakaran Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR adalah dalam bidang ilmu analisis wacana dan pengajaran teks wacana. Analisis ini bagian dari rumpun ilmu yang hampir membahas bahasa, wacana baik secara teks dan non-teks yang didalamnya banyak memuat pengetahuan tentang berpikir kritis, menerima suatu hal tidak asal menerima tapi perlu dilakukan verifikasi teks, konteks dalam keilmuan bahasa yang memiliki korelasi kepada keilmuan yang sebidang seperti linguistik forensik, semiotik dan semantik.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR mengutarakan, bahwa kepakaran ini bermanfaat untuk menganalisis kajian atau wacana bahasa yang mungkin saja dalam kehidupan sehari-hari bisa menimbulkan hukum pidana.
"Dengan analisis ini, kita tahu bagaimana teks dan konteks berperan menentukan apakah makna kalimat yang disampaikan seseorang menyenangkan atau tidak menyenangkan, atau justru ke arah hukum pidana," katanya, Jumat (3/7).
Dalam kesempatan ini, ia menyoroti banyaknya hoax di media sosial yang banyak menjurus kepada hukum pidana. Hal ini akibat ketidakpahaman dalam bersosial media dan penggunaan bahasa yang tidak baik dan terukur.
Menurut Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR, ciri-ciri hoax yang memiliki informasi yang tidak jelas dan bersifat fitnah dan adu domba biasanya ditandai dengan identitas penyebar berita tidak jelas, akun bodong, mengandung provokasi negatif dan propaganda.
Ia pun berharap masyarakat dapat menggunakan bahasa dengan baik dan terukur serta tidak saling menjelekkan dan terprovokasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di sosial media. Yang terpenting pergunakan bahasa secara baik, agar yang disampaikan memberi kesejukan dihati dan terhindar dari unsur pidana. "Orang baik, akan berbahasa dengan baik," pesannya.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR pada usia 43 tahun menjadi guru besar 'termuda' pada UMN Al-Washliyah sesungguhnya tak mudah. Kehilangan ayah diusia belia saat kelas VI sekolah dasar, dan faktor ekonomi sempat membuatnya bimbang untuk terus bersekolah.
Tokoh pendidikan yang saat ini sebagai direktur pascasarjana UMN Al-Washliyah ini lahir di Pasiran pada 10 September 1981. Warga Kecamatan Perbaungan ini merupakan putra bungsu dari 12 bersaudara dari orangtua almarhum Maskup yang bekerja sebagai tukang patri keliling di masa hidupnya dan almarhumah Ponem.
Kegigihan Sutikno kecil sebagai pengumpul lipan, pencari pakis dan mengorek pasir di Sungai Ular Perbaungan dilakukan untuk bisa membiayai sekolah.
"Tidak pernah melintas dalam benak saya untuk menjadi guru besar. Sebab masa kecil kami selalu didera kekurangan secara ekonomi. Jadi guru besar merupakan capaian paling tinggi saya yang tak pernah saya bayangkan, ini karunia Allah terbesar dalam hidup saya," katanya.
Sutikno tamat Sekolah Dasar Negeri 105372 Batang Terap (tahun 1995), SMP Satria Dharma Perbaungan (tahun 1998) dan SMK Negeri 1 Lubukpakam (tahun 2001). Kemudian kuliah sarjana (S1) di UMN Al-Washliyah selama 3 tahun 5 bulan, selesai pada tahun 2007. Setelah itu, kuliah magister (S2) di Kampus yang sama selama 1,5 tahun, selesai pada tahun 2010.
Selanjutnya, tahun 2016 melanjutkan program doktor PhD (S3) di Universitas Sultan Zainal Abidin pada jurusan sosial sains dalam bidang kajian sosial ekonomi dan budaya. Selesai belajar pada tahun 2018.
Dalam kemampuan bidang kualitatif, Sutikno sejak tahun 2018 sudah membimbing tesis mahasiswa program magister pada magister pendidikan bahasa jurusan sosial. Culture di beberapa kampus yang ada di luar negeri dan Indonesia yang selaras dengan kepakaran dan bidang kajian keilmuan beliau.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR dikenal aktif menulis buku dan jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Selain itu, beliau juga pernah sebanyak tiga kali memenangkan penelitian hibah dari kementerian dan dua kali menjadi anggota penelitian hibah.
Berdasarkan data sinta dan google scholar beliau telah menerbitkan 24 judul buku, memiliki sembilan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta 240 jurnal nasional dan international. Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR juga salah satu penerima penghargaan Youth Award 2021 dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia lewat riset yang dilakukannya.
Selain itu Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR yang merupakan guru besar ke-5 di UMN Al-Washliyah juga sering menjadi narasumber dalam seminar internasional pada tahun 2019-2025 dibeberapa kampus terkemuka.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR juga dikenal sebagai salah satu tim penguji kompetensi peneliti berlisensi international di Tifa Penelitian International Indonesia. Lembaga ini satu-satunya lembaga sertifikasi peneliti di Indonesia.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR memiliki kemampuan dalam bidang penelitian kualitatif dan memiliki sertifikat Certified International Qualitative Researcher (CIQaR). Partisisi aktif dalam dunia akademik dan riset ini menghantarkannya pada capaian akademik tertinggi menjadi guru besar.
Beberapa karya fenomenal Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR dalam riset: Critical Discourse Analysis (CDA) of Norman Fairclough's Theory on Gojek YouTube Advertisement GoSend Version: Jadi #BestSellerGoSend Bareng Ariel Noah.
The Social Role of The Java Deli Community in Shaping The Languange And Cultural Identity of Java Descendants Born in Sumatra. Shift from English into Bahasa Indonesia of Zig Ziglar's See dan The Commodification of Disaster Prevention Ritual of Malay Serdang Community.
The Implementation of Appraisal in Expressing Condolence Attitude Stated by Indonesia Toward Prof BJ Habibie, The Translation of Ngangkat Tulan-Tulan Texts in Karonese Society into English serta Creativity Lokal Wisdom of Ritual Tolak in Melayu Serdang.
Sejumlah publikasi jurnal internasional Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR yakni: Creativity Lokal Wisdom of Ritual Tolak Bala 'Treatment of Diseases' in Melayu Serdang Community. Ada juga The Wearing of charms Tolak Bala in Avert on Malay Village Nagan Serdang Subdistrict Pantailabu.
The Charm of Tolak Bala Ritual Malay Serdang in Modern. Function and meaning of 'Tolak Bala' (Ward off Misfortune) Ritual in Malay Serdang Indonesia, The Meaning and Values of Tradition Dedeng Rice Harvest as Local Cultural Defense in Timbang Jaya Village Langkat Regency serta The Ritual of 'Disaster Rejection' as a Prayer of Malay People in Pantailabu District.
The Wearing of Charms Tolak Bala in Avert on Malay Village Bagan Serdang Subdistrict Pantailabu. The Ritual of “Disaster Rejection” as a Prayer of Malay People in Pantailabu District. Function and meaning of 'Tolak Bala' (Ward of Misfortune) Ritual in Malay Serdang Indonesia.
Creativity Lokal Wisdom of Ritual Tolak Bala 'Treatment of Diseases' in Melayu Serdang Community. Artikel lainnya adalah: Perubahan dan Kesinambungan Fungsi Makna Ritual Tolak Bala dalam Masyarakat Melayu Serdang.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR saat ini juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Pengajar-Pengajar Indonesia, wakil ketua Aptisi Sumut, ketua Wilayah Profesi Managerial Administrator Tenaga Kependidikan (Promapi) Sumut, pengurus BIPA Sumut, ketua bidang Indonesia Research Metodology Lecturer Association (Imrla) ditingkat nasional dan beberapa organisasi yang berskala nasional dan international.
Prof. Sutikno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR menikahi Bd. Sri Kurniyati, S.Keb dan telah dikaruniai dua putra yakni Raka Wijaya Sutikno dan Rafi Wijaya Sutikno. Guru besar UMN Al-Washliyah ini memiliki falsafah tak ada langit yang sempurna. Sebab, tinggi belum tentu mulia. (dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan