MEDAN,Sumutpos.com-Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof Dr Mukhamad Najib STP MM dan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Dr Ir HM Budi Djatmiko MSi MEI menjadi nara sumber pada kegiatan diskusi pakar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Kamis (17/7).
Diskusi pakar diikuti para rektor, ketua dan direktur dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dilingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I beserta sivitas akademika STIKes Mitra Husada Medan.
Terlihat hadir diantaranya Kabag Umum LLDikti Wilayah I Ahmad Subhan SE, Ketua Aptisi Sumut Dr HM Isa Indrawan MM, Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan Dr Imran Saputra Surbakti MM dan Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes.
Diskusi pakar dengan tema Membangun Pendidikan Tinggi: Revitalisasi Posisi Perguruan Tinggi Swasta pada Daya Global Pendidikan Tinggi di Indonesia ini berlangsung antusias dengan semangat kolaboratif.
Prof Dr Mukhamad Najib STP MM dan Dr Ir HM Budi Djatmiko MSi MEI secara gamblang menjawab berbagai kendala teknis dari sejumlah PTS baik dalam proses pembukaan program studi dan akreditasi.
Termasuk dukungan dalam membuka perguruan tinggi. Sebab PTS merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Diskusi ini menjadi momentum penting dalam mendorong peran strategis PTS agar semakin kompetitif dan adaptif di tengah arus globalisasi. Pendidikan tinggi memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam upaya pembangunan SDM yang unggul dan mampu bersaing secara global.
Dalam diskusi ditegaskan bahwa ditengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, lembaga pendidikan tinggi diharapkan dapat bertransformasi secara adaptif terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Keberadaan PTS juga memegang peranan krusial dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi. Secara global, persaingan antar perguruan tinggi terus mengalami intensifikasi seiring dengan meningkatnya ekspektasi terhadap kualitas pendidikan tinggi.
Pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings, Times Higher Education (THE) dan Webometrics kerap dijadikan indikator utama untuk menilai reputasi akademik serta daya tarik suatu institusi di tingkat internasional. Namun, posisi PTS Indonesia dalam pemeringkatan tersebut masih sangat terbatas, yang sebagian besar didominasi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah mapan.
Kondisi ini mencerminkan lemahnya daya saing global PTS. Dalam diskusi pakar disampaikan tentang strategi penguatan yang terarah dan berkelanjutan untuk meningkatkan posisi pendidikan tinggi termasuk PTS ditingkat internasional. Disampaikan pula kebijakan pemerintah termasuk hibah-hibah untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Sebelumnya, Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes mengatakan bahwa telah tiga direktur kelembagaan hadir di STIKes Mitra Husada Medan. Terima kasih atas berbagai masukan sehingga PTS di Sumut bisa bangkit dan bangun sehingga ikut bergerak dan berkembang.
"Kita tak mau jadi penonton di negeri sendiri. Tapi kita mau ikut berkembang dan berkompetisi. Bahkan kita bisa dianggap menjadi sumber daya yang global," katanya.
Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes yang juga bendahara Aptisi Sumut mengungkapkan besarnya tekad dan perjuangan STIKes Mitra Husada Medan bersama PTS di Sumut untuk berkembang menjadi unggul. (dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan