MEDAN,SUMUTPOS.CO- Hipertensi dan diabetes merupakan dua penyakit tidak menular, walaupun begitu setuap tahun penderitanya terus meningkat di Indonesia.
Kedua penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala di tahap awal, sehingga banyak penderita yang baru menyadari setelah mengalami komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan membuat prevalensi penyakit ini semakin tinggi.
Guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, sebagai kelompok usia produktif, memiliki risiko yang cukup besar terhadap hipertensi dan diabetes akibat pola hidup yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak terkontrol.
Kesibukan mereka dalam menjalankan tugas sebagai pendidik sering kali menyebabkan kurangnya perhatian terhadap kesehatan diri sendiri. Ketua Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Prof Dr dr Rina Amelia MARS SpKKLP mengatakan keterbatasan informasi mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan penyakit hipertensi dan diabetes menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi ini.
"Banyak individu yang tidak mengetahui bagaimana cara memantau tekanan darah dan kadar gula darah secara mandiri, serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang tidak normal," ujarnya didampingi Anggota Prof Dr dr Juliandi Harahap MA SpKKLP, dr Hendri Wijaya MKed(Ped) SpA(K), dan dr Yuki Yunanda MKes kepada Sumut Pos di Medan, Sabtu (19/7).
Dijelaskannya, pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan pada Jumat, 18 Juli 2025, di SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, dengan diikuti 50 orang, terdiri dari guru, tata usaha, dan pegawai kependidikan.
Tim PKM juga dibantu beberapa mahasiswa FK USU, yakni Sri Handayani, Ain Heidi, Jesselyn Tanoto, Michele Adelyn, dan Sona Syaifara.
Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat FK USU melaksanakan kegiatan, 'Deteksi Dini dan Edukasi Penyakit Hipertensi dan Diabetes', bagi guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.
"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang faktor risiko dan cara pencegahan hipertensi dan diabetes," imbuhnya.
Adapun, kegiatan yang dilakukan meliputi, skrining kesehatan, yakni pemeriksaan berat badan dan tinggi badan untuk menilai indeks massa tubuh (IMT) sebagai risiko obesitas dan faktor pemicu hipertensi serta diabetes.
Kemudian, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, dan pemeriksaan kolesterol, dan edukasi kesehatan, yakni tentang faktor risiko serta pencegahan hipertensi dan diabetes yang meliputi diet dan olahraga.
Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan ini, guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai dapat lebih memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan hipertensi serta diabetes. Selain itu, mereka juga dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi kesehatan kepada siswa dan masyarakat sekitar, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan.
"Kegiatan Deteksi Dini dan Edukasi Penyakit Hipertensi dan Diabetes ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Melalui kegiatan ini, mereka akan mendapatkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan mengenai faktor risiko serta pencegahan hipertensi dan diabetes melalui diet dan olahraga," terangnya.
Prof dr Rina menjelaskan, edukasi yang diberikan tidak hanya membantu mereka memahami kondisi kesehatan diri sendiri, tetapi juga memberikan wawasan tentang langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan meningkatnya kesadaran di kalangan guru dan tenaga kependidikan, mereka diharapkan dapat menjadi role model dalam menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah maupun dalam keluarga," tandasnya. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe