Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Program Pendampingan Kelompok Usaha Kerupuk Cumi di Desa Manunggal, Tim PKM Unimed Hadirkan Inovasi Teknologi Escuder Machine

Johan Panjaitan • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:25 WIB
KERUPUK CUMI: Tim PKM Unimed melaksanakan program pendampingan kelompok usaha kerupuk cumi di Desa Manunggal. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
KERUPUK CUMI: Tim PKM Unimed melaksanakan program pendampingan kelompok usaha kerupuk cumi di Desa Manunggal. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (PKM Unimed) melaksanakan program pendampingan bagi kelompok usaha kerupuk cumi di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang pada 26 Juni 2025.

Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan mitra yang selama ini masih memproduksi kerupuk cumi secara manual dengan kapasitas terbatas. Produk kerupuk cumi yang dihasilkan mitra dikenal memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu produk unggulan daerah. Namun, keterbatasan peralatan produksi menyebabkan mitra sering kewalahan memenuhi permintaan pasar, terutama saat musim permintaan tinggi seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Imlek.

Menjawab tantangan tersebut, Tim PKM Unimed menghadirkan teknologi tepat guna berupa escuder machine. Sebuah mesin pencetak dan pemotong adonan kerupuk cumi yang bekerja secara semi-otomatis sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga beberapa kali lipat dan menghasilkan potongan yang lebih seragam.

Program ini diketuai Prof Dr Derlina MSi (guru besar Pendidikan Fisika FMIPA Unimed) dengan anggota tim Prof Dr Saidun Hutasuhut MSi, Abdul Rais SPd ST MSi dan Satria Mihardi SPd MPd beserta lima mahasiswa dari jurusan fisika. Kegiatan ini juga didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed.

Program ini diawali dengan diskusi dan identifikasi kebutuhan mitra. Tim dan mitra membahas ukuran ideal potongan, kecepatan mesin yang sesuai dengan tekstur adonan serta desain yang ekonomis agar mudah digunakan oleh pelaku usaha rumahan.

Proses perakitan dimulai 26 Mei 2025 dan selesai pada 25 Juni 2025. Dilakukan juga uji coba awal progres pengerjaan mesin dengan melibatkan mitra untuk memberikan saran langsung. Hal ini untuk memastikan bahwa hasil akhir benar-benar sesuai dengan kebutuhan produksi di lapangan.

Kepada Sumut Pos di Medan, Senin (11/8),
Prof Dr Derlina MSi (ketua pelaksana) menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pemanfaatan alat escuder machine sebagai mesin pencetak dan pemotong adonan kerupuk cumi, menurut Prof Dr Derlina MSi, dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk.

Melalui pendampingan ini, ketua pelaksana berharap kelompok usaha kerupuk cumi di Desa Manunggal dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing tinggi.

Prof Dr Derlina MSi juga berharap penerapan escuder machine dapat membantu kelompok usaha kerupuk cumi di Desa Manunggal dan Desa Helvetia untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar dan memperkuat daya saing ditingkat lokal maupun nasional.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pratiwi selaku mitra pengolah hasil perikanan dari kelompok Tani Nelayan Andalan. Ia berterima kasih atas program pendampingan dan bantuan alat yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan adanya mesin ini. Produksi jadi lebih cepat dan hasilnya pun lebih bagus. Terima kasih kepada tim PKM Unimed atas dukungan dan bimbingannya,” ujar Pratiwi.

Sebagai puncak kegiatan, diserahkan escuder machine kepada mitra usaha. Dilaksanakan juga pelatihan tentang cara pengoperasian alat agar dapat digunakan secara mandiri dan optimal.

Acara ini turut disaksikan perwakilan LPPM Unimed dan anggota kelompok usaha. Unimed menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM melalui pendekatan inovasi teknologi, pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#usaha #kerupuk #unimed #CUmi #PKM #desa manunggal