Sumutpos.jawapos.com-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM Unimed) menunjukkan komitmen mendorong hilirisasi produk peternakan. Komitmen ini ditunjukkan dengan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 26 Juli 2025.
PKM ini bertajuk Inovasi Produk Susu Menjadi Berbagai Rasa pada Ternak Kambing di Bandarkhalipah dan Tambakbayan yang merupakan sentra peternakan kambing dan penghasil susu kambing segar.
PKM ini diketuai Dr Nasirwan MSi Ak CA dengan anggota tim Dr Azizul Kholis MSi MPd, Drs Nusyirwan MSi dan Dr Hasyim MM. Tim merupakan dosen berpengalaman dari Unimed yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi, manajemen dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Dr Nasirwan MSi Ak CA menyampaikan bahwa potensi susu kambing di wilayah ini sangat besar. Namun masih belum dikelola secara maksimal. “Selama ini, sebagian besar peternak hanya menjual susu kambing dalam bentuk segar. Padahal, dengan inovasi rasa dan pengemasan yang menarik, nilai jualnya bisa meningkat signifikan sehingga dapat menambah pendapatan peternak,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini mencakup pelatihan pengolahan susu kambing menjadi berbagai varian rasa seperti rasa kopi (hangat) rasa herbal (kunyit, jahe dan kencur), rasa buah (pokat, naga, manga dan kuini) serta rasa cokelat, stroberi dan vanilla.
Peserta juga dibekali keterampilan tentang teknik pasteurisasi yang tepat, penggunaan bahan tambahan pangan yang aman serta pengemasan modern yang mampu memperpanjang masa simpan produk tanpa mengurangi kualitas rasa dan nutrisi.
Drs Nusyirwan MSi menjelaskan bahwa susu kambing memiliki kandungan gizi yang sangat lengkap dan mudah diserap tubuh sehingga baik untuk kesehatan semua kalangan. “Susu kambing mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin A, B2, B3 dan B12, serta mineral penting seperti kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi," rincinya.
Keunggulan lainnya adalah struktur lemak susu kambing lebih halus sehingga lebih mudah dicerna dibandingkan susu sapi. Bahkan cocok untuk konsumen yang sensitif terhadap laktosa. Kandungan asam lemak rantai pendeknya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem imun.
Dr Azizul Kholis MSi MPd menambahkan bahwa dalam era persaingan produk pangan yang ketat, inovasi rasa menjadi salah satu strategi penting untuk menarik konsumen, terutama kalangan muda. “Kita tidak hanya bicara tentang kualitas susu, tapi juga citra merek dan strategi pemasaran yang efektif. Peternak harus mampu membaca selera pasar,” jelasnya.
Selain pelatihan teknis, tim PKM juga memberikan pembekalan tentang manajemen usaha, mulai dari perencanaan produksi, penentuan harga jual, distribusi hingga strategi promosi baik secara offline maupun online.
Materi ini disampaikan oleh Dr Nasirwan MSi Ak CA yang menekankan pentingnya pencatatan keuangan usaha secara rapi untuk memudahkan evaluasi kinerja dan perencanaan pengembangan usaha ke depan.
Dr Hasyim MM pada sesi lainnya mengajak para peternak untuk membangun brand lokal yang khas sehingga produk susu kambing rasa dari Bandarkhalipah dan Tambakbayan dapat dikenal luas di pasar. “Brand bukan hanya soal logo, tetapi juga kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk,” katanya.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat. Para peternak yang menjadi peserta mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, terutama dalam mengolah susu menjadi produk inovatif yang siap bersaing di pasaran. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba mempraktikkan pembuatan susu kambing berbagai rasa.
Dengan terlaksananya PKM ini, LPPM Unimed berharap akan tercipta wirausaha baru di sektor olahan susu kambing. Hal ini bertujuan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan