SUMUT POS- Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Dr H Firmansyah MSi menghadiri kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendidikan Profesi Guru (PKS PPG) dan rekonsiliasi Bantuan Pemerintah (Banpem) di Hotel Millenium Sirih Jakarta.
Acara tersebut diadakan pada 27-29 Agustus yang dibuka Menteri Dikdasmen Prof Dr Abdul Mu'ti MEd dan ditutup Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Dikdasmen Ferry Maulana Putra SPd MEd.
Rektor UMN Al-Washliyah Dr H Firmansyah MSi merupakan satu dari 139 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut. UMN Al-Washliyah merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan PPG dan Program Sarjana Pendidikan (PSP).
Perguruan tinggi lainnya dari Sumut yang ikut kegiatan ini adalah Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Universitas HKBP Nommensen dan Universitas Simalungun.
Kegiatan ini juga diisi pemaparan tentang kebijakan program prioritas Kementerian Dikdasmen oleh menteri serta penandatanganan dokumen PKS PPG disaksikan menteri, Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTK) dan direktur PPG Kementerian Dikdasmen.
Kemudian pemaparan tentang ketentuan dan pengaturan mahasiswa PPG yang telah selesai masa studi serta yang belum selesai pembelajaran pada penyelenggaraan PPG bagi guru tertentu. Materi ini disampaikan Sigit W dan Polarys.
Disampaikan pula tentang pola pengawasan Banpem PPG tahun 2025 oleh inspektorat jenderal Kementerian Dikdasmen. Ada juga pengenalan penggunaan LMS Ruang GTK Kementerian Dikdasmen.
Prof Dr Abdul Mu'ti MEd menegaskan bahwa Kementerian Dikdasmen gandeng LPTK penyelenggara PPG dari seluruh Indonesia untuk memperkuat program PPG 2025 demi peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Membentuk guru yang benar-benar berkualitas. Guru tidak hanya menjadi agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban," katanya.
Program PPG, sebut Prof Dr Abdul Mu'ti MEd, harus dilaksanakan dengan akuntabilitas penuh dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab peningkatan mutu pendidikan menjadi agenda prioritas pemerintah melalui tiga langkah utama yaitu peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan kualifikasi melalui pendidikan D4 dan S1, serta peningkatan kompetensi lewat pelatihan.
Program PPG, kata menteri, prasyarat penting bagi guru agar dapat memperoleh sertifikasi sekaligus meningkatkan kapasitas profesional dan motivasi belajar. (dmp/ram)
Editor : Juli Rambe