Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Konsulat Jenderal India di Medan Bersama Fakultas Farmasi USU Gelar Ayurveda Day: Perkenalkan Sistem Pengobatan Holistik Alami

Redaksi • Rabu, 24 September 2025 | 13:02 WIB
Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera Ravi Shanker Goel saat memberi sambutan pada Ayuverda Day 2025 di kampus USU Selasa (23/9/2025). (foto : Konsulat Jenderal India di Medan)
Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera Ravi Shanker Goel saat memberi sambutan pada Ayuverda Day 2025 di kampus USU Selasa (23/9/2025). (foto : Konsulat Jenderal India di Medan)

MEDAN - Konsulat Jenderal India di Medan bekerjasama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Ayurveda Day 2025 dengan tema ‘Ayuverda Untuk Masyarakat Dan Planet’ di kampus USU Selasa (23/9/2025).

Acara itu dihadiri Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera Ravi Shanker Goel. Dua pembicara lainnya Dr Dewi Pertiwi, SFarm, MSi, Apt dam Dr Sumut Naithani. Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera Ravi Shanker Goel mengatakan

Hari Ayurveda diselenggarakan dengan tujuan mempromosikan, menyebarluaskan, dan mempopulerkan Ayurveda sebagai sistem kesehatan dan kebugaran holistik. “Mulai tahun ini, telah diputuskan bahwa Hari Ayurveda akan dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 September,” kata Konsul Jenderal Ravi.

Tanggal 23 September bertepatan dengan ekuinoks musim gugur, ketika siang dan malam hampir sama panjang— melambangkan keseimbangan dalam alam, yang sangat selaras dengan filosofi Ayurveda yang menekankan harmoni antara pikiran dan tubuh. “Dengan senang hati saya sampaikan bahwa tahun ini menandai edisi ke 10 Hari Ayurveda sejak dimulai pada tahun 2016,” katanya.

Dikatakan Ravi, selama bertahun-tahun, Hari Ayurveda telah berkembang menjadi platform yang diakui secara global, yang menampilkan relevansi pengetahuan tradisional dalam menghadapi tantangan kesehatan dan kebugaran modern. ‘’Saya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Departemen Farmasi, Universitas Sumatera Utara karena kita bersama-sama menyelenggarakan Hari Ayurveda untuk kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir, ujarnya.

‘’Presentasi akan disampaikan oleh para ahli pengobatan tradisional dari India dan Indonesia yang akan mendorong kerja sama lebih erat dan sejalan dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dalam Bidang Penjaminan Mutu Pengobatan Tradisional antara Komisi Farmakope untuk Pengobatan India & Homeopati, Kementerian Ayush dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia selama kunjungan Bapak Prabowo, Presiden Indonesia ke India sebagai Tamu Kehormatan dalam perayaan Hari Republik kami pada tanggal 26 Januari 2025,’’sebut Ravi.

Kemitraan strategis ini berfokus mendorong kolaborasi dalam penjaminan mutu pengobatan tradisional India dan Indonesia. MoU ini mencakup: pertukaran informasi dan keahlian mengenai ketentuan regulasi untuk pengobatan tradisional, inisiatif peningkatan kapasitas seperti seminar, lokakarya, dan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan professional, kunjungan teknis untuk memfasilitasi pemahaman mengenai proses regulasi di kedua Negara, partisipasi bersama dalam acara internasional yang berkaitan dengan pengobatan tradisional, kolaborasi dalam program pelatihan bersama untuk industri atau entitas yang terlibat dalam sektor pengobatan tradisional dan perluasan kerja sama ke bidang lain yang disepakati bersama.

‘’Acara hari ini memenuhi arahan yang tercantum dalam MoU ini dan memberikan wujud nyata kerja sama antara para ahli pengobatan tradisional, akademisi dari departemen farmasi berbagai universitas, mahasiswa, dan industri,’’lanjut Ravi.
Tema Hari Ayurveda ke-10 adalah “Ayurveda untuk Masyarakat dan Planet” . Tema ini menekankan relevansi abadi Ayurveda dalam mempromosikan kesejahteraan individu sekaligus menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekologis.

Ayurveda berakar pada keharmonisan dengan alam dan menganjurkan pendekatan kesehatan yang preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif yang berpusat pada manusia dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ayurveda menyerukan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, pelestarian tanaman obat dan keanekaragaman hayati, serta praktik konsumsi yang bertanggung jawab.

“Saya mengucapkan semoga seluruh pembicara dan peserta mendapatkan pengalaman interaktif yang bermanfaat yang saya percaya akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita serta membantu kita menjalani hidup sehat dengan mengadopsi pengobatan tradisional,” tutup Konsul Jenderal Ravi Shanker Goel.

Ayurveda adalah sistem pengobatan natural dari India. Istilah Ayurveda berasal dari kata bahasa sansekerta, ayur artinya kehidupan dan veda yang berarti ilmu pengetahuan.

Bila diterjemahkan ayurveda berarti pengetahuan mengenai kehidupan.
Dalam ayurveda, ada keyakinan kalau penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan hidup ataupun stres dalam kesadaran seseorang. Pengobatan ayurveda mendorong orang untuk mengadopsi gaya hidup tertentu dan menerapkan terapi alami.

Tujuannya untuk mendapatkan kembali keseimbangan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Tujuan dilakukannya pengobatan ayurveda adalah untuk membersihkan tubuh dan mengembalikan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Langkah mencapai tujuan tersebut adalah dengan menerapkan pola makan tertentu, penggunaan obat-obatan herbal, olahraga, meditasi, pernapasan, terapi fisik, dan metode lainnya.

Diharapkan setelah menjalani pengobatan ayurveda, dapat menghilangkan energi negatif yang menjadi penyebab gejala penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi kekhawatiran, dan meningkatkan keharmonisan dalam hidup. (sih).

Editor : Redaksi
#Fakultas Farmasi USU #Konsulat Jenderal India di Medan