Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UIN Sumatera Utara Tambah Empat Guru Besar dan Dua PPPK serta Kukuhkan Dewan Korpri

Johan Panjaitan • Jumat, 24 Oktober 2025 | 06:30 WIB
GURU BESAR: Prof Dr Arifinsyah MAg (kiri) menerima SK Guru Besar dari Prof Dr Azhari Akmal Tarigan MAg. (Istimewa/Sumut Pos)
GURU BESAR: Prof Dr Arifinsyah MAg (kiri) menerima SK Guru Besar dari Prof Dr Azhari Akmal Tarigan MAg. (Istimewa/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menambah empat guru besar atau profesor baru di Auditorium Biro Rektor Kampus IV Tuntungan, Kamis (23/10). SK guru besar diserahkan Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MAg diwakili Prof Dr Azhari Akmal Tarigan MAg (wakil rektor bidang akademik).

Penyerahan surat keputusan guru besar ini dirangkai dengan kegiatan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kemenag Tahap II non-Optimalisasi dan Penyerahan Penetapan KMA Guru Besar serta pengukuhan Dewan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) UIN Sumatera Utara.

Tiga kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian nasional dan diselenggarakan terhubung secara daring dengan acara pusat Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Perlu diketahui bahwa guru besar baru UIN Sumatera Utara terdiri Prof Dr Arifinsyah MAg (bidang ilmu perbandingan agama), Prof Dr Sakhholid Nasution MA (bidang pembelajaran linguistik Arab), Prof Dr Ibnu Radwan Siddik Turnip MAg (bidang pemikiran hukum keluarga Islam) dan Prof Dr Sudirman Suparmin Lc MA (bidang ushul fiqh muqarin).

UIN Sumatera Utara telah memiliki 64 guru besar aktif dan diproyeksikan mencapai lebih dari 75 pada tahun 2026.

"Insya Allah. Dengan kerja keras dan dukungan bersama, UIN Sumatera Utara menargetkan seratus guru besar sebagai bagian dari upaya menuju kampus unggul dan bereputasi internasional," ujar rektor UIN Sumatera Utara.

Ia berpesan agar semangat pengabdian dan profesionalisme terus ditingkatkan. Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur dan semangat pengabdian.

Pimpinan UIN Sumatera Utara ini mengutip ayat: La’in syakartum la’azidannakum. "Rasa syukur bukan hanya pada materi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan kinerja. Guru besar, dosen dan pegawai harus terus meningkatkan diri agar kehidupan dan pengabdiannya semakin bermakna,” tuturnya.

Kepada Dewan Korpri UIN Sumatera Utara, rektor menyampaikan harapan agar menjadi wadah kebersamaan dan pengabdian ASN di lingkungan kampus.

Program pertama yang akan dijalankan adalah UIN Sumatera Utara Berbagi. Ini merupakan kegiatan sosial membantu masyarakat sekitar kampus tanpa memandang latar belakang.

"Amanah ini harus menjadi jalan untuk terus menginspirasi, mengabdi dan memberi kontribusi terbaik bagi kemajuan ilmu pengetahuan, bangsa dan umat," sebut rektor.


Pelantikan PPPK

Sementara itu pelantikan PPPK Tahap II Non-Optimalisasi di UIN Sumatera Utara Medan diikuti oleh dua pegawai, yakni Rudi Wahyudi dan Suyanto. Mereka menjabat sebagai pengadministrasi perkantoran.

Momentum ini menjadi wujud nyata komitmen Kemenag dalam memberikan kepastian status kepegawaian bagi para tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi.

Acara nasional dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin. Ia menegaskan bahwa program PPPK merupakan bentuk keadilan dan profesionalisme ASN Kementerian Agama.

Dijelaskannya, dari total 89.781 formasi yang ditetapkan tahun 2024, sebanyak 13.224 pegawai resmi dilantik sebagai PPPK Tahap II. Ia juga menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak penting menuju ASN Kemenag yang cerdas dan moderat untuk transformasi kelembagaan.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Korpri Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh MH mengapresiasi capaian kementerian agama dalam berbagai bidang. Mulai dari peningkatan kualitas ASN, penghargaan dalam ajang olahraga Korpri, hingga digitalisasi pelayanan publik.

"Kemenag telah menjadi contoh nyata bagi 362 ribu ASN di seluruh Indonesia. Dalam mengembangkan pelayanan publik yang responsif, berkarakter dan berintegritas,” ujarnya.

Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar
MA menekankan pentingnya nilai-nilai pelayanan dan tanggung jawab moral ASN Kemenag. “ASN kementerian agama harus menjadi teladan, memiliki kemampuan teknologi tinggi (high tech) sekaligus hati yang hangat dalam melayani (high touch). Jangan hanya menunggu masyarakat datang, tapi harus hadir menjadi solusi,” tegasnya.

Menteri mengingatkan para guru besar terus memperbarui diri dan tidak berhenti belajar meski telah mencapai puncak jabatan akademik.


Semangat Sinergi

Rangkaian acara ini juga dihadiri Ketua Senat UIN Sumatera Utara Prof Dr Pagar MA dan Wakil Rektor UIN Sumatera Utara Bidang Kerjasama Prof Dr Muzakkir MAg. Kedua tokoh pendidikan memberi dukungan dan apresiasi atas capaian civitas akademika UIN Sumatera Utara.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaboratif. Acara disertai dengan doa bersama agar seluruh ASN dan sivitas akademika UIN Sumatera Utara dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Dengan semangat sinergi tiga momentum besar ini, UIN Sumatera Utara menunjukkan komitmen sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang terus bertransformasi menuju keunggulan akademik, pelayanan publik yang berintegritas dan pengabdian sosial yang nyata. (dmp/han)

Editor : Johan Panjaitan
#UIN #korpri #pppk #sumatera utara #guru besar